ENDE, FLORESPOS.net-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Flores (Uniflor) menyatakan sikap menolak anarkisme dan provokasi di lingkungan kampus dan masyarakat.
Pernyataan menolak anarkisme dan provokasi tersebut disampaikan saat deklarasi dalam kegiatan seminar yang bertemakan demonstrasi mahasiswa, Selasa (16/9/2025) di Aula Kampus Uniflor.
Ketua BEM Uniflor, Heraklius Solanus Peu mengatakan BEM Universitas Flores mengajak seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan. BEM Uniflor menolak anarkisme dan provokasi, melawan isu negatif serta mendukung sinergitas terciptanya situasi yang aman dan damai di Pulau Flores.
Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana yang hadir pada kesempatan itu menghimbau mahasiswa untuk tetap berkarya dan memiliki integritas yang baik untuk bangsa.
Mahasiswa jangan terprovokasi untuk hal hal yang anarkis, hoax, adu domba dan tetap menjaga bangsa ini dari perpecahan.
Karolus Charles Bego, dosen Uniflor yang hadir membawa materi mengatakan pada dasarnya demokrasi dicirikan oleh kebebasan setiap rakyat untuk menyatakan aspirasinya, itulah yang diartikan dengan “kedaulatan di tangan rakyat”.
Hal ini menunjukkan bahwa negara dalam hal ini pemerintah dan pihak-pihak yang memegang kekuasaan menyelenggarakan negara, untuk tidak sekali-kali dapat memutuskan sesuatu kebijakan yang bersifat publik tanpa melibatkan seluruh warganya. Itulah demokrasi langsung.
“Ketika pintu-pintu demokrasi itu dibuka dan terbuka lebar-lebar, maka yang muncul ke permukaan seketika itu juga adalah euforia. Kebebasan sebagai nilai utama demokrasi ya x itu merupakan sesuatu yang tidak terbatas. Akibatnya demokrasi perlahan lahan dicitrakan negatif sebagai sesuatu yang liar”.
Pemateri lainnya, Agustinus Kembardi Sumbi yang juga dosen Uniflor menekankan agar mahasiswa terlibat aksi demo tidak boleh anarkis ataupun ditunggangi oleh pihak- pihak tertentu yang pada akhirnya merugikan mahasiswa sendiri.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa belajar berdemokrasi yang baik dengan tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan, Menolak Anarkisme dan Provokasi, Melawan Isu Negatif serta tetap menjaga situasi yang kondusif di Pulau Flores.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










