MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak puluhan orang yang mengatasnamakan Front Revolusi Agraria menggelar demo di Kantor Bupati Sikka, Rabu (24/9/2025) dengan menyampaikan beberapa tuntutan.
Mereka menolak keberadaan HGU Nangahale-Patiahu dan meminta Bupati Sikka segera menyelesaikan sengketa petani HGU Nangahale-Patiahu dengan PT.Krisrama serta menetapkan wilayah tersebut sebagai Lokasi Prioritas Reforma Agraria.
“Warga kecewa setelah ada pengumuman Bupati Sikka dan sudah berulangkali kita sampaikan keluarnya SK HGU Nangahale itu cacat administrasi,” sebut Antonius Toni dalam dialog bersama Bupati Sikka,Rabu (24/9/2025).
Dalam dialog di ruang kerja Bupati Sikka tersebut, hadir Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno,SIK, Kepala Herman Adianto Oematan, Kepala UPT PKH Sikka Benediktus Herry Siswadi, Kepala Dinas Perumahan dan KPP Kabupaten Sikka Lukman.
Antonius mengatakan, masa selama 20 tahun lebih pemerintah tidak bisa menyelesaikan permasalahan terkait tanah HGU Nangahale dan Patiahu yang berada di Kecamatan Talibura.
“Kami tidak mengakui pengumuman yang dikeluarkan oleh bapak Bupati Sikka,” ucapnya.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan terima kasih atas kehadiran warga dan menyampaikan aspirasi mereka dalam rangka memperingati hari tani nasional tanggal 24 September.
Juventus mengatakan, meskipun dalam surat pemberitahuan sebelumnya ada kekeliruan karena tidak ada Dinas Pertanahan dan Dinas Kehutanan sebab yang ada Badan Pertanahan Nasional dan UPT KPH Kabupaten Sikka.
“Ada keliru dalam suratnya sebab tidak ada Dinas Pertanahan dan Dinas Kehutanan. Menurut saya penting agar sasarannya benar. Ini ruang baik agar kita dialog,” ucapnya membuka dialog.
Juventus menegaskan, tanggung jawab pemerintah harus melindungi masyarakat tapi dalam koridor aturan dan tuntutan soal Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) sekarang sedang berproses.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










