BA’A, FLORESPOS.net-Tropi El Tari Memorial Cup (ETMC) yang baru saja diraih PSN Ngada, Kabupaten Ngada selama satu hari ditahtakan di Gereja Santo Kristoforus Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, NTT.
“Minggu (3/9/2023), pada perayaan ekaristi pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional tingkat Paroki St. Kristoforus Ba’a, Tropi ETMC ditahtakan di dalam Gereja,” kata Kepala Bidang Olah Raga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngada, Frederikus Mawo kepada Florespos.net, di Ba’a, Rote.
Perayaan ekaristi dipimpin Pastor Paroki St. Kristoforus Ba’a, RD. Ardi Meman, Pr. Koor ditanggung Etnis Ngada-Nagekeo yang tergabung dalam Paguyuban Ngada-Nagekeo di Rote Ndao.
Selain umat, perayaan ekaristi dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ngada, Fabianus Pesek, Kepala Dinas PU Ngada, Jhony Dopo, Tim Kerja Askab Ngada, Feliks Goja, manajemen, official, pelatih dan pemain PSN Ngada.
RD Ardy Meman dalam kotbahnya juga menyinggung tentang keberhasilan PSN Ngada meraih Tropi ETMC yang ke-32 tersebut.
“Kerahiman Tuhan adalah sumber pengharapan. Dalam seluruh perjalanannya di perhelatan ETMC ke-32 Rote Ndao, PSN Ngada telah menyerahkan seluruh perjuangan dalam penyelenggaraan Tuhan,” ungkapnya.
RD Ardy mengatakan, PSN Ngada adalah satu satunya tim yang ketika tiba di Rote membawa kostum kebesarannya “Orange” untuk diberkati.
“Dan selama keberadaan di Rote ini, saya selalu bersama mereka dalam doa maupun perayaan ekaristi,” tambahnya.
Ketua DPP, Kanis Kely dalam sapaan sebelum berkat penutup menyampaikan terima kasih kepada seluruh Tim/Kabupaten yang telah berpartisipasi pada ETMC ke-32 di Rote Ndao.
“Terima kasih kepada kalian semua, kehadiran kalian di tanah Nusa Lontar ini, telah membawa kegembiraan bagi kami orang Rote. Terima kasih telah membawa rasa persaudaraan dan persatuan di tanah Rote Ndao,” katanya bersemangat.
Manajer PSN Ngada, Aurelius Ropa juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada masyarakat Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Asprov PSSI NTT, Keluarga Paguyuban Ngada-Nagekeo dan seluruh pihak yang telah menerima Kontingen PSN Ngada dengan keramahan.
“Sejak datang, kami merasa sangat di terima. Kata Rote bagi orang Bajawa (Ngada), jarang di sebut. Jika disebut pasti ditujukan kepada orang-orang yang spesial atau orang yang istimewa,” tambahnya.
Menurutnya, bahasa Bajawa, ada sebutan “Ema Rote” atau bapa terkasih maupun “Ine Rote” mama terkasih, “Nara Rote” saudara tersayang, Weta Rote, saudari tersayang.
“Selama keberadaan di Rote, kami di sayangi oleh orang Rote,” kata Aurelius.
Pelatih PSN Ngada, Kletus Gabhe juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak terutama keluarga besar Ngada-Nagekeo yang telah menerima dan memfasilitasi PSN Ngada selama berada di Kabupaten Rote Ndao.
“Sejak kami menjejakan kaki pertama kali di tanah Rote, saya merasakan kesejukan dan kedamaian. Saya baru pertama kali berada di Rote, tetapi saya justru mengalami de javu-sebuah kejadian yang berulang-dan saya merasakan aura positif bagi Tim PSN Ngada,” ungkapnya.
Sebelum berkat penutup, ada pemberkatan Tropi ETMC dan seluruh Tim PSN Ngada oleh Pastor Paroki, RD. Ardi Meman, Pr. Seluruh Tim PSN Ngada berdoa bersama di depan Arca Maria Ratu Semesta Alam.
Tropi bergilir ETMC dan piala tetap ETMC tersebut ditahtakan di depan Arca Maria Ratu Semesta. *
Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando










