Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah - FloresPos Net

Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Rico, A.Md., LLAJ., S.H., S.T., M.Si., CRGP., QIA menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata amanat konstitusi untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat tatap muka dan dialog di Aula Setda Nagekeo, Jumat (17/4/2026).

“Kehadiran kami ini dalam rangka kunjungan balasan, di mana sebelumnya kami pernah dikunjungi Bupati, Wakil Gubernur, dan juga Wakil Bupati Nagekeo bersama DPRD Kabupaten Nagekeo,” ujar Sekjen Kemensos mengawali sambutannya.

Ia mengingatkan bahwa Kementerian Sosial telah hadir maksimal membantu warga Nagekeo saat terjadi bencana alam.

“Ketika terjadi bencana alam di Nagekeo, Kementerian Sosial sudah secara maksimal membantu saudara-saudara yang mengalami musibah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekjen menyampaikan beberapa poin penting. Presiden RI menginginkan semua pihak bersatu dan bergotong royong membantu warga keluar dari kemiskinan.

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Manggarai Barat Berharap PLN Segera Terang Dusun Pau

“Semuanya bermuara pada sila kelima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang hari ini salah satu contohnya telah kita lakukan melalui penyerahan bantuan,” katanya.

Ia juga menekankan agar daerah tidak malu mengakui angka kemiskinan.

“Kita tidak perlu malu untuk mengakui berapa besar penduduk miskin yang ada di Nagekeo, karena yang terpenting adalah apa yang harus kita lakukan setelah kita mengetahui angka-angka kemiskinan tersebut,” ujarnya.

Ia mengutip Pasal 34 UUD 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Amanat UUD ini juga turun pada undang-undang kesejahteraan sosial terkait perlindungan dan jaminan sosial. Sekolah Rakyat masuk dalam 53 program kerja prioritas nasional,” jelas Sekjen.

Baca Juga :  Jembatan Pomakeke di Nagekeo Kembali Makan Korban

Ia meminta TNI dan Polri turut terlibat jika Sekolah Rakyat selesai dibangun.

“Jika Sekolah Rakyat ini selesai dibangun, dimohon TNI dan Polri bisa membangun karakter anak-anak ini,” pinta Sekjen.

Sekjen Kemensos kemudian memaparkan tiga kunci memahami Sekolah Rakyat yakni Untuk kemuliaan wong cilik, Memungkinkan yang tidak mungkin dan Menjangkau yang belum terjangkau.

Dalam paparannya, Sekjen menyebut NTT masuk 7 besar nasional jumlah anak putus sekolah dengan rincian: usia setara SD 8.100 orang, usia setara SMP 17.021 orang, dan usia setara SMA 75.650 orang. “Saat ini sudah 166 Sekolah Rakyat dibangun di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Disaksikan kunjungan Sekjen Kemensos ke Nagekeo kali ini sekaligus meninjau lahan 8,1 hektare di Malaruma, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa yang disiapkan Pemda untuk pembangunan Sekolah Rakyat. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

Berita Terbaru