RUTENG, FLORESPOS.net – Manggarai memang memiliki stok vaksin untuk hewan penular rabies (HPR). Tetapi, yang ada dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk memvaksin semua HPR di Manggarai, nantinya.
Karena itu, Pemkab Manggarai tetap meminta tambahan stok VAR ke pemerintah pusat melalui Pemprov NTT mengingat tingginya kebutuhan vaksin itu nantinya.
Kepada wartawan, Jumat (21/7/2023), Plt. Kadis Peternakan yang juga Asisten Bupati Manggarai, Yoseph Mantara mengatakan, vaksinasi massal sudah diagendakan beberapa waktu ke depan. Stok vaksin ada untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi.
“Kita ini belum tahu persis data HPR di Manggarai terkini. Kita sedang minta data riil lagi HPR di setiap kampung dan desa/kelurahan,” katanya.
Dikatakan, prediksinya memang HPR di daerah ini cukup banyak. Hal itu bisa diketahui dengan banyaknya HPR, jenis anjing yang berkeliaran di mana-mana.
Maka untuk vaksinasi massal, HPR yang banyak itu membutuhkan VAR yang tidak sedikit juga. Karena itu, stoknya harus tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
Menurutnya, saat ini, masih tersedia 1.200 vial VAR untuk HPR. Stok itu rasanya tidak cukup jika ingin semua HPR mendapat suntikan seperti yang diinginkan.
Karena itu, Pemkab tidak henti berkoordinasi dengan Pemprov NTT dan pusat agar mendistribusikan vaksin yang cukup ke Manggarai. Terbaru, telah pula diajukkan permintaan vaksin ke pusat.
Vaksinasi HPR, demikian Yoseph Mantara, sudah menjadi program tetap dalam rangka mencegah dan memutuskan mata rantai penularan rabies. Dan, HPR yang divaksinasi bukan yang berkeliaran, melainkan yang diikat atau dikandangkan.
Untuk tertib pemeliharaan HPR, lanjut Yoseph Mantara, mutlak dilakukan sesuai dengan regulasi yang ada. Regulasi jelas mengatur bahwa yang tidak tertib, HPR-nya dieliminasi.
Sebelumnya, Camat Satar Mese Utara, Hipolitus Kori, mengatakan, di tingkat bawah telah juga dilakukan pelbagai upaya untuk menyadarkan masyarakat akan penting mewaspadai rabies, pentingnya menertibkan HPR, pentingnya mengambil sikap cepat jika tergigit.
“Kita tidak henti beri imbauan ke masyarakat untuk tertib piara anjing demi menjaga diri, keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar dari rabies,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor:Anton Harus










