Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1) - FloresPos Net - Page 4

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerentanan ekologis tersebut tidak berdiri sendiri sebab sebagai wilayah kepulauan, NTT memiliki daya dukung dan daya tampung ekologis yang terbatas.

Ia menyebutkan, tekanan terhadap ruang hidup menjadi semakin besar ketika pembangunan tidak mempertimbangkan karakter ekologis kepulauan dan keberlanjutan wilayah kelola rakyat.

“Berbagai catatan WALHI NTT menunjukkan bahwa pulau-pulau kecil di NTT menghadapi tekanan perubahan iklim sekaligus ancaman dari ekspansi investasi, pertambangan, pariwisata, dan bentuk pembangunan lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Kevin dan Ebin, Dua Punggawa  Liga 1 Asal Ngada Kembali Ke SMAK Recis

WALHI NTT menegaskan, krisis ekologis juga memperlihatkan ketimpangan yang nyata dan mereka yang paling sedikit berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan justru sering menjadi kelompok yang paling pertama merasakan dampaknya.

Petani berhadapan dengan perubahan musim dan ketersediaan air. Nelayan menghadapi cuaca ekstrem, perubahan kondisi laut, dan ancaman terhadap wilayah tangkap.

“Masyarakat adat berhadapan dengan tekanan terhadap wilayah kelola dan ruang hidup. Perempuan menghadapi bertambahnya beban ketika air, pangan, dan sumber penghidupan semakin sulit diperoleh,” ucap Yuven.

Baca Juga :  WALHI Minta Menteri Lingkungan Hidup Baru, Segera Evaluasi dan Perketat Pengesahan Persetujuan Lingkungan

Karena itu, WALHI NTT menegaskan, bencana ekologis tidak cukup dipahami semata-mata sebagai fenomena alam.

Risiko bencana juga berkaitan dengan bagaimana ruang dikelola, bagaimana sumber daya alam dieksploitasi, bagaimana pembangunan direncanakan, dan sejauh mana keselamatan rakyat ditempatkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Berita Terbaru