Romo Patrick yang sebelumnya telah mengunjungi SDK Wancang pada minggu lalu mengaku senang melihat anak-anak mendapatkan pendampingan secara khusus. Ia melihat bahwa proses pemulihan sekolah harus berjalan bersamaan dengan pemulihan kondisi psikologis anak.
Latar belakang Romo Patrick dalam Psikologi Konseling dari University of Santo Tomas Manila semakin membuatnya melihat pentingnya perhatian terhadap aspek psikologis dalam proses rehabilitasi pascabencana.
“Bangunan bisa diperbaiki. Tetapi rasa takut dalam diri anak-anak juga perlu dipulihkan. Mereka membutuhkan kehadiran, pendampingan, dan kesempatan untuk kembali merasa aman,” ungkapnya.
Dalam komunikasi dengan Letkol Inf. Helmi Pamungkas, M.Psi., M.Han., Psikolog, Romo Patrick juga menyampaikan rasa puas atas perhatian pemerintah, khususnya TNI, yang tidak hanya membantu masyarakat dalam aspek fisik, tetapi juga hadir menyentuh kebutuhan psikologis anak-anak.
Rekonstruksi Tidak Hanya Membangun Fisik
Letkol Inf. Helmi Pamungkas, M.Psi., M.Han., Psikolog, menegaskan bahwa proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada kerusakan fisik.
“Proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana yang diperlukan para penyintas tidak hanya dari aspek fisik saja, tetapi juga dari aspek psikologis,” ujar Helmi.
Menurutnya, kehadiran Puspsi TNI bersama para relawan psikologi di wilayah bencana diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi batin dan memelihara kesehatan mental para penyintas gempa bumi di NTT.
Helmi juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental. Masyarakat umumnya sudah memahami apa yang harus dilakukan ketika mengalami luka fisik. Namun, pemahaman mengenai luka psikologis masih belum sebaik itu.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










