Selanjutnya, intervensi psikologis diberikan melalui dukungan psikososial dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penyintas.
Untuk anak-anak, kegiatan dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka. Melalui interaksi, permainan, dan berbagai aktivitas bersama, anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan dan perlahan membangun kembali rasa aman setelah pengalaman gempa.
Apabila ditemukan penyintas dewasa maupun anak-anak yang masih mengalami tingkat stres tinggi akibat pengalaman traumatis, pendampingan dapat dilanjutkan melalui konseling oleh psikolog profesional. Konseling dapat dilakukan secara tatap muka oleh psikolog di lapangan maupun secara daring oleh psikolog yang bersiaga di Mako Puspsi TNI.
Memulihkan Sekolah, Memulihkan Harapan
Gempa mungkin telah berlalu, tetapi proses pemulihan belum selesai. Bangunan yang retak dapat diperbaiki dan ruang kelas dapat dibangun kembali. Namun, pengalaman traumatis yang tersimpan dalam diri seorang anak membutuhkan waktu, perhatian, dan kehadiran.
Karena itu, trauma healing di SDK Wancang menjadi bagian penting dari perjalanan pemulihan.
Kehadiran Kepala Desa Valerinus Bagung, Kepala SDK Wancang Rony Syukur, Romo Patrick Dharsam Guru sebagai Ketua Yayasan, serta Tim Puspsi TNI dan para mitra psikologi memperlihatkan satu pesan penting: pemulihan anak-anak adalah tanggung jawab bersama.
Bagi Yapersukma Pusat, kehadiran dan kepedulian TNI serta seluruh tim yang terlibat menjadi kekuatan tambahan bagi sekolah dan masyarakat Wancang untuk bangkit.
Di Wancang, bantuan tidak hanya hadir dalam bentuk material. Ada yang datang untuk membantu, ada yang mendengarkan, ada yang mendampingi, dan ada yang membantu anak-anak kembali menemukan keberanian.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya









