Ancaman Gagal Panen, Padi Sawah di Kawasan Lagur Manggarai Jadi Makanan Sapi - FloresPos Net

Ancaman Gagal Panen, Padi Sawah di Kawasan Lagur Manggarai Jadi Makanan Sapi

- Jurnalis

Minggu, 19 November 2023 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Walaupun tidak semua, padi sawah yang terkena dampak buruk El Nino di Kabupaten Manggarai, NTT, sudah pasti gagal panen.

Yang gagal panen terpaksa dikasih makan sapi seperti terpantau di kawasan Lagur, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Manggarai, belakangan ini.

Beberapa petak sawah yang terletak di pinggir jalan Trans Flores Ruteng-Labuan Bajo, terpantau wartawan, Sabtu (18/11/2023), terlihat tidak terawat. Padinya terlihat menghijau, tetapi pertumbuhannya kerdil dan tidak berbunga atau apalagi berbuah.

Padi yang pasti tidak berproduksi itu dibiarkan begitu saja dan di beberapa petak dilepas ternak sapi. Sapi tampak memakan rumput dan padi yang menghijau karena hujan yang terus menerus turun belakangan ini.

Untuk panorama umum sawah di kawasan itu mulai dari Cancar hingga Lagur, bervariasi. Ada hamparan yang padinya sudah menguning dan malah ada yang sudah mulai panen.

Baca Juga :  Peti Mati dari Tanah Rantau: Cermin Luka Sosial dan Spiritualitas yang Terluka

Yang lainnya, padi sedang berbunga sehingga tampak menghijau. Yang buruk padi yang tidak mendapatkan pasokan air yang bagus selama musim kering.

Padinya tumbuh kerdil dan banyak juga mati walaupun hujan sudah terus turun dalam beberapa waktu belakangan ini.

Seorang petani, Damianus Radu mengatakan,  hujan yang sudah mulai turun sepertinya tidak banyak membantu padi yang tumbuhnya tidak normal lagi akibat El Nino.

“Padi memang sudah hijau kembali. Tetapi, masanya sudah lewat sehingga padi pasti gagal sudah,” katanya.

Dikatakan, keadaan seperti ini memang biasa untuk wilayah persawahan Cancar. Petani berjudi dengan keadaan alam ini.

Kadang pada musim gadu, padinya bagus kalau hujan tetap turun pada musim kemarau sehingga air tersedia cukup di sawah-sawah.

Baca Juga :  Sosialisasi HIV/AIDS, Tim KPA Mabar Periksa Kesehatan Ibu Rumah Tangga di Bari

Yang buruk kali ini, El Nino membuat saluran irigasi tidak berair. Yang jauh dari sumber air, tidak mendapatkan air sama sekali sehingga padinya tidak tumbuh normal.

Dalam beberapa kejadian, padinya mati akibat lama sekali tidak mendapat pasokan air. Ini yang terjadi pada sejumlah petak sawah di kawasan ini.

Petani lain, Tobias Mon mengatakan, petani sebetulnya tahu dengan kondisi air pada musim kemarau. Tetapi, sawahnya tetap dibajak untuk ditanami siapa tahu hujan turun pada musim kering seperti sekarang.

“Wilayah ini sedikit saja musim keringnya. Artinya hujan bisa turun kapan saja pada musim kering sekalipun,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Ngada Serahkan Bantuan Untuk Stasi Waturoka dan Satuan Pendidikan
Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 22:27 WITA

Bupati Ngada Serahkan Bantuan Untuk Stasi Waturoka dan Satuan Pendidikan

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA