Kata Yohanes Ipir, ada beberapa retakan yang cukup parah mulai dari bagian fondasi sampai slop atas dinding. Bangunan itu memiliki dua lokal yang selama ini tempat KBM untuk rombongan belajar kelas 1 dan kelas 6.
“KBM tetap kami jalankan dalam bangunan retak tersebut,” katanya menambahkan jumlah peserta didik untuk kelas 1 ada 18 anak dan kelas 6 ada 12 anak.
“Peserta didik di SDK Kokang secara keseluruhan 6 rombongan belajar 80 anak. Guru honor 7 orang, guru ASN (PPPK) 1 orang, Tata Usaha 1 orang dan Operator 1 orang. Total 10 orang,” jelas Yohanes Ipir.
Senada disampaikan Kepala Desa Ojandetung, Yohanes Nani Ipir dan Ketua BPD Desa Ojandetung, Agustinus Nasu Lewuk.
“Retaknya sudah cukup parah. Retak akibat gempa dan dentuman letusan gunung Lewotobi Laki-laki beberapa waktu lalu,” kata Yohanes Nani Ipir dan Agustinus Nasu Lewuk. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










