LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama 14 hari, sejak Senin (1/1/2024) hingga Minggu (14/1/2024) malam masih terus erupsi.
Saat ini, tercatat warga terdampak langsung yang mengungsi berjumlah 6.550 jiwa. Dari 6.550 jiwa itu, 4.087 jiwa mengungsi di rumah-rumah warga dan 2.436 jiwa mengungsi di tenda baik tenda mandiri maupun tenda pada dua posko yang disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat.
Data yang dihimpun Florespos.net, Minggu (14/1/2024) malam, berdasarkan data sementara tertera pada papan informasi di Posko Kantor Camat Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur disebutkan hingga Sabtu (13/1/2024) pukul 18.00 Wira, tercatat warga terdampak yang mengungsi berjumlah 6.550 jiwa.
Dari 6.550 jiwa itu, sebagian besar atau 4.087 jiwa mengungsi di rumah-rumah warga tersebar pada 31 titik di Kabupaten Flores Timur dan 3 desa di Kabupaten Sikka.
Perincian dari 4.087 jiwa terdiri dari laki-laki 1.971 jiwa, perempuan 2.116 jiwa, bayi 42 jiwa, balita 248 jiwa, ibu hamil 15 jiwa, ibu menyusui 59 jiwa, lansia 539 jiwa, dan disabilitas 5 jiwa.
Warga terdampak langsung yang mengungsi di tenda-tenda baik tenda mandiri maupun tenda pada dua posko yang disediakan Pemda setempat atau tersebar pada 8 titik tenda berjumlah 2.436 jiwa.
Perincian, laki-laki 1.213 jiwa, perempuan 1.223 jiwa, bayi 44 jiwa, balita 87 jiwa, ibu hamil 12 jiwa, ibu menyusui 45 jiwa, lansia 192 jiwa, dan disabilitas 4 jiwa.
Sementara warga terdampak langsung yang mengungsi di fasilitas umum tersebar di 1 titik berjumlah 27 jiwa dengan perincian laki-laki 14 jiwa, perempuan 13 jiwa, bayi 0, balita 0, ibu hamil 0, ibu menyusui 0, lansia 3 jiwa dan disabilitas 1 jiwa.
Guguran Material dan Awan Panas
Pos Pengamatan Gunung Api ((PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kabupaten Flores Timur melaporkan periode pengamatan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki pada Minggu (14/1/2024) pukul 12:00-18:00 Wita menyebutkan selama enam jam gunung jelas terlihat hingga kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dan coklat dengan intensitas tebal dan tinggi 1000-1500 meter di atas puncak kawah. Teramati 12 kali letusan dengan tinggi 1000-1500 meter dan warna asap kelabu.
“Teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1000 meter mengarah ke utara dan timur laut. Teramati pula guguran dengan jarak luncur 1500-2000 meter mengarah ke timur laut. Teramati awan panas guguran ke arah Utara Timur laut sejauh lk. 1000 meter,” kata Kepala Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S Mboro, Minggu (14/1/2024) petang.
Herman Yosef mengatakan, sepanjang enam jam terjadi gempa 12 kali dengan amplitudo: 33-47.3 mm berdurasi: 20-223 detik. Awan panas guguran berjumlah 3 kali dengan amplitudo: 47.3 mm berdurasi 344-375 detik.
Guguran berjumlah 11 kali dengan amplitudo: 14.8-43.6 mm berdurasi: 48-192 detik. Low Frekuensi berjumlah 6 kali dengan amplitudo: 17-43.6 mm berdurasi: 27-37 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 4.4-7.4 mm (dominan 4.4 mm).
“Gunung Lewotobi Laki-laki masih di Level IV Awas. Masyarakat di sekitar dan pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 KM dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral 5 KM ke arah Barat Laut-Utara dan Timur Laut,” kata Herman Yosef.
Selain itu, kata Herman Yosef, masyarakat di sekitar perlu terus mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Pantauan Florespos.net, Minggu (14/1/2024) siang hingga malam, terus berguguran material Gunung Lewotobi Laki-laki pada bagian timur laut.
Guguran material itu berasap tebal dan terus menerus turun mendekati pemukiman warga Desa Nobo dan Desa Nurabelen di Kecamatan Ilebura.*
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










