“Informasi dan laporan yang saya terima tidak ada kerusakan akibat gempa. Laporan Flores Timur dan Lembata tidak ada dampak pada satuan pendidikan. Kami sudah laporkan ini ke SPAB,” kata Felix Hoda.
Felix Hoda mengatakan, meski sudah membuat laporan tidak ada kerusakan dia akan berkoordinasi dan membuat laporan lagi ke SPAB terkait kondisi bangunan SDK Kokang tersebut.
“Ada gempa susulan dan letusan gunung Lewotobi Laki-laki baru- baru ini dentumannya cukup besar, sehingga retakannya tentu semakin besar. Kami akan koordinasi dan buat laporan baru terkait kondisi ini ke SPAB,” katanya.
Felix Hoda mengatakan, selain dengan SPAB, dia juga akan berkoordinasi lagi dengan BPBD Flores Timur terkait langkah-langkah selanjutnya demi mengatasi kondisi bangunan SDK Kokang.
Dinding Bangunan SDK Kokang Retak

Sebelumnya Kepala SDK Kokang Yohanes Wato Ipir bersama Kepala Desa Ojandetung, Yohanes Nani Ipir, Ketua BPD Desa Ojandetung, Agustinus Nasu Lewuk, Selasa (1/9/2026) membawa laporan kerusakan bangunan sekolah itu kepada BPBD Flores Timur dan menemui Ketua DPRD Flores Timur.
Yohanes Wato Ipir ketika ditemui wartawan usai bertemu Ketua DPRD dan mengantar laporan ke BPBD mengatakan, SDK Kokang mengalami kerusakan pada dinding bangunan.
“Dinding bangunan dua lokal atau rombongan belajar mengalami retak akibat gempa pada 15 Agustus 2026 lalu,” katanya ketika ditemui wartawan usai bertemu Ketua DPRD dan mengantar laporan ke BPBD.
“Dinding retak semakin parah setelah beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 27 Agustus 2026 pagi terjadi erupsi gunung Lewotobi disertai dentuman,” tambah Yohanes Ipir.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










