LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi juga berdampak cukup parah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebuah sekolah dasar Katolik (SDK) berlokasi di Kokang, Desa Ojandetung, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur mengalami dampak yang cukup parah. Sebagian dinding bangunan dua lokal retak.
Aktivitas belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut menjadi tidak aman dan nyaman pascagempa.
Kepala SDK Kokang Yohanes Wato Ipir bersama Kepala Desa Ojandetung, Yohanes Nani Ipir, Ketua BPD Desa Ojandetung, Agustinus Nasu Lewuk, Selasa (1/9/2026) membawa laporan kerusakan kepada BPBD Flores Timur dan menemui Ketua DPRD Flores Timur.
“SDK Kokang di Desa Ojandetung mengalami kerusakan pada dinding bangunan. Dinding bangunan dua lokal atau rombongan belajar mengalami retak akibat gempa pada 15 Agustus 2026 lalu,” kata Kepala SDK Kokang, Yohanes Wato Ipir ketika ditemui wartawan usai bertemu Ketua DPRD dan mengantar laporan ke BPBD.
“Dinding retak semakin parah setelah beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 27 Agustus 2026 pagi terjadi erupsi gunung Lewotobi disertai dentuman,” tambah Yohanes Ipir.

Yohanes Ipir menjelaskan, pascagempa berkekuatan 7,7 magnitudo atau satu jam setelah itu, dia bersama para guru lainnya dan peserta didik ke sekolah.
Mereka melihat ada beberapa retakan yang cukup parah mulai dari bagian fondasi sampai slop atas dinding pada salah satu bangunan SDK Kokang. Bangunan itu memiliki dua lokal yang selama ini menjadi tempat KBM untuk rombongan belajar kelas 1 dan kelas 6.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










