“Retak pada bagian fondasi sampai slop atas. Sekarang kami duduk dalam kelas bisa lihat orang di luar melalui celah retakan. Meski was-was, KBM tetap kami jalankan dalam bangunan retak tersebut,” katanya.
“Kami takut runtuh kalau gempa susulan dan dentuman letusan Lewotobi Laki-laki yang lebih besar,” kata Yohanes Ipir.
Kepala Desa Ojandetung, Yohanes Nani Ipir dan Ketua BPD Desa Ojandetung, Agustinus Nasu Lewuk membenarkan kondisi bangunan SDK Kokang.
“Retaknya sudah cukup parah. Retak akibat gempa beberapa waktu lalu,” kata Yohanes Nani Ipir diamini Agustinus Nasu Lewuk.
Laporan Resmi ke BPBD Flores Timur

Kondisi kerusakan akibat gempa tersebut sudah dilaporkan resmi oleh Kepala SDK Kokang ke BPBD Flores Timur termasuk juga sudah disampaikan ke Ketua DPRD Flores Timur.
Kepala SDK Kokang Yohanes Wato Ipir lebih lanjut menjelaskan, pihaknya baru membuat laporan tertulis pada tanggal 24 Agustus 2026 dan diantara atau dikirim pada tanggal 27 Agustus 2026.
Yohanes Ipir mengaku baru bisa membuat laporan karena sehari setelah gempa pada 15 Agustus, pihaknya sedang ada kegiatan persiapkan peringatan Proklamasi 17 Agustus 2026 tingkat Kecamatan Wulanggitang yang dipusatkan di Desa Kokang.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










