Rakor Tanggap Darurat di Ngada, Gubernur NTT Tekankan Data yang Akurat Menjadi Kunci Usulan Bantuan - FloresPos Net - Page 3

Rakor Tanggap Darurat di Ngada, Gubernur NTT Tekankan Data yang Akurat Menjadi Kunci Usulan Bantuan

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk penanganan masyarakat terdampak, kata Bupati Raymundus, sejumlah titik pengungsian dan posko tanggap darurat telah didirikan. Posko tidak hanya dibangun pemerintah, tetapi juga secara mandiri oleh masyarakat di sejumlah desa.

Bupati Raymundus juga menyoroti kerusakan rumah warga, termasuk rumah adat yang memiliki nilai budaya dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Ngada.

Penanganan rumah adat menjadi tantangan tersendiri karena proses pembangunan maupun pemulihannya tidak dapat dilakukan secara sederhana dan membutuhkan perhatian khusus.

Data Dampak Gempa di Ngada

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Ngada per 20 Agustus 2026, terdapat 6.898 rumah penduduk terdampak, 1.770 kepala keluarga mengungsi karena rumah mengalami kerusakan berat.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Sembako, Pemkab Ngada Gelar Gerakan Pangan Murah

Sementara 1.438 rumah mengalami rusak sedang, 3.440 rumah rusak ringan, dan 250 rumah belum memiliki keterangan tingkat kerusakan berdasarkan laporan masyarakat dan desa/kecamatan. Kerusakan rumah tersebar di 12 kecamatan.

Para pengungsi juga tersebar di 12 kecamatan dan sebagian masih mengungsi secara mandiri maupun tinggal di rumah keluarga.

Untuk pengungsian, terdapat Posko Utama Kabupaten Ngada di Kantor BPBD sebagai pusat informasi, koordinasi dan logistik.

Selain itu, terdapat posko pengungsi KODIM 1625/Ngada yang berada di Posko Paroki St. Petrus Riung, Posko Desa Aimere Timur, Posko Desa Benteng Tawa, Kecamatan Riung Barat dan Posko Desa Waesae, Kecamatan Aimere.

Baca Juga :  Bupati Ende Buka Layanan Pengaduan Via Whatsapp Pribadi, Ini Tanggapan Warga

Jumlah pengungsi pada posko KODIM 1625/Ngada masih dalam proses pemutakhiran.

Pengungsian terpusat tercatat sebanyak 57 titik dengan jumlah 73 KK dan 2523 jiwa di Kecamatan Riung.

Lokasi yang tercatat antara lain Desa Tadho Induk 4 titik, Desa Tadho Tengah 3 titik, Desa Tadho Timur 4 titik, Desa Sambinasi 2 titik, Desa Sambinasi Barat 2 titik, Desa Sambinasi Tengah 1 titik.

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 222 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA