Desa Golo Ite 5 titik, Desa Nangamese 2 titik, Desa Benteng Tengah 15 titik, Desa Ite Jaya 4 titik, Desa Latung 2 titik, Desa Lengkosambi Barat Daya 5 titik, Desa Lengkosambi Barat 1 titik, dan Desa Taen Terong 2 titik.
Di Kecamatan Bajawa terdapat 2 titik pengungsian dengan jumlah 28 jiwa, yaitu di Desa Pape. Di Kecamatan Aimere terdapat 12 titik pengungsian tersebar di 9 desa/kelurahan, yakni Kelurahan Aimere 2 titik, Desa Waesae 1 titik, Desa Kila 1 titik, Desa Binalwali 1 titik, Kelurahan Foa 1 titik, Desa Lekogoko 1 titik, Desa Aimere Timur 1 titik, Desa Mawokisa 1 titik, Desa Kelijego 1 titik, Desa Legalapu 1 titik, dan Desa Heawea 1 titik.
Selain terpusat, terdapat 147 titik pengungsian mandiri tersebar di 12 kecamatan. Pengungsian mandiri dilakukan di samping dan halaman rumah serta lapangan di sekitar rumah warga.
Terdapat pula 1 kampung yang menjadi lokasi pengungsian, yakni Kampung Dhokuodau/Toledo, Desa Manubhara.
Dampak gempa juga tercatat pada 12 ruas jalan. Lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan atau retakan meliputi ruas Laja–Boba (Wolongizu), jalan menuju pekuburan umum Rakalaba, jalan masuk Dusun Tukuwaruwaja.
Ruas Ledhi–Soa, ruas Waepana–Riung (Wulabhara), 14 titik retakan jalan menuju Desa Wate, jalan terbelah menuju Kampung Madur menuju Warunembu, jalan poros Desa Wue, 12 infrastruktur jalan Desa Wolomeze 2 mengalami retak, jalan raya dekat Jembatan Benteng Tawa 5, box duiker masuk SDN Riuminsi dan SMP Satap 2 Riuminsi Desa Benteng Tawa 5, retakan jalan setapak menuju Wongawela, ruas jalan Wawa–Tenilopijo–Aimere, serta ruas jalan Sebowuli–Watu–Ruto.
Kerusakan fasilitas umum tercatat 85 kantor pemerintahan, terdiri dari kantor desa, kantor Pemerintah Daerah dan rumah jabatan, 75 fasilitas kesehatan, terdiri dari puskesmas, RSUD dan posyandu serta 6 fasilitas kesehatan hewan yang tersebar di Kecamatan Riung, Aimere, Soa, Bajawa, Batara dan Golewa.
148 fasilitas pendidikan, terdiri dari TK, SD, SMP, SMA dan SMAK, 5 lokasi fasilitas air minum dan perpipaan, meliputi Waduk Bhetowaso menuju Bajawa dan Langa, jaringan perpipaan Mukufoka dan Alojawa, dua bak captering di Desa Waewae, Desa Taen Terong 2, serta Desa Were 6 yang mengalami longsoran pada sumber mata air.
60 tempat peribadatan, terdiri dari kapela, gereja dan masjid, 3 lokasi irigasi, yaitu Ngina Manu Barat Kecamatan Wolomeze, plat penahan air di Desa Tadho Tengah, serta longsor pada saluran irigasi Soa Futi menyebabkan air macet total.
Selain itu, 7 jembatan tercatat antara lain plat duiker Desa Wolomeze 2, dua jembatan Desa Wolomeze 2, Jembatan Riominsi Desa Benteng Tawa 5, Jembatan Alowuan Desa Ria 1, Desa Kota Raja Riung, serta Jembatan Kekosowan Desa Ria 1.
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










