Untuk rumah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, pemerintah daerah juga didorong untuk mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) melalui Kementerian Perumahan sebagai solusi sementara bagi masyarakat sebelum pembangunan atau perbaikan rumah permanen dilakukan.
Gubernur Laka Lena secara khusus menaruh perhatian terhadap Kecamatan Riung yang mengalami kerusakan cukup parah. Ia meminta agar kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut diidentifikasi secara menyeluruh sehingga dapat menjadi dasar pembangunan dan penataan kembali yang lebih baik ke depannya.
Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci untuk meyakinkan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan penanganan bencana.
“Satu-satunya cara kita meyakinkan pemerintah pusat adalah dengan data yang akurat dan riil,” ungkapnya.
Gubernur Laka Lena juga meminta agar dalam proses pendataan dan penyusunan usulan bantuan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kejaksaan Negeri dan Kepolisian Resor Ngada, sehingga data yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi, Gubernur Laka Lena meminta Pemerintah Kabupaten Ngada segera mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan bencana.
Anggaran daerah tersebut penting sebagai langkah antisipasi apabila tidak seluruh rencana dan usulan bantuan dari pemerintah pusat dapat direalisasikan.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada, DPRD, TNI-Polri, serta seluruh perangkat daerah dalam memastikan penanganan masyarakat terdampak gempa berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dampak Terparah di Riung
Pada Rakor tersebut Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan kondisi terkini akibat bencana yang melanda wilayahnya.
Bupati Raymundus menyebut, gangguan listrik dan jaringan komunikasi sempat terjadi selama kurang lebih tiga hari dan mulai berangsur normal pada hari keempat, sehingga berbagai pihak dapat kembali memperkuat koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Raymundus menjelaskan, dampak gempa dirasakan di 12 kecamatan. Wilayah Riung mengalami dampak paling parah. Namun, penyebaran dampak bencana terjadi secara luas di berbagai wilayah Ngada.
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










