LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, disusul gempa susulan berkali-kali.
Korban jiwa dan material akibat gempa besar itu di berbagai kabupaten di Nusa Bunga tak sedikit, di antaranya di Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat (Mabar).
Di Mabar, kabupaten ujung barat Flores khususnya, data sementara mencatat, 6.961 rumah mengalami kerusakan, tersebar di 12 kecamatan.
Di Kecamatan Lembor 1.019 unit, Kecamatan Kuwus 878 unit, Kecamatan Ndoso 724 unit, Kecamatan Welak 684 unit, Kecamatan Mbeliling 623 unit, Kecamatan Pacar 581 unit, Kecamatan Boleng 514 unit, Kuwus Barat 492 unit, Kecamatan Macang Pacar 472 unit, Kecamatan Komodo 450 unit, Kecamatan Sano Nggoang 386 unit, dan Kecamatan Lembor Selatan 139 unit.
Tak hanya terdampak pada kerusakan bangunan, korban gempa Flores nan dahsyat itu di Mabar menyebabkan 2 warga setempat meninggal dunia dan 21 lainnya cedera, seperti dilansir media ini sebelumnya.
Demi meringankan beban para korban, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat menyalur bantuan, salah satunya beras sebanyak 53.480 kg atau 53 ton lebih hingga 21 Agustus 2026.
Pemkab juga terus mempercepat upaya penanganan darurat pasca gempa terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan para warga yang terkena dampak gempa.
Beras bantuan yang sudah didistribusikan yakni untuk Kecamatan Lembor, Kuwus, Ndoso, Welak, Pacar, Kuwus Barat, Macang Pacar, Lembor Selatan, dan Sano Nggoang, masing-masing 3 ton.
Sedangkan untuk Kecamatan Mbeliling sebanyak 2 ton, Kecamatan Komodo 4,5 tonton, dan Kecamatan Boleng 8 ton lebih.
Selain itu dikirim juga untuk masyarakat pesisir dan kepulauan di Mabar yang terdampak gempa dahsyat tersebut, seperti ke Tanjung Boleng 1,5 ton lebih, Boleng Darat 940 kg, Rangko 600 kg, Batu Tiga 750 kg, Pulau Medang 750 kg, Pontianak 2 ton lebih, Pulau Longos 2 ton lebih, dan Kampung Pasir Panjang 750 kg.
Untuk mempercepat penanganan, Bupati Mabar, Edistasius Endi, bersama Wakil Bupati Yulianus Weng, Sekda Frasiskus Sales Sodo dan Ketua DPRD Mabar Benediktus Nurdin pun “berkantor” di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mabar, Labuan Bajo pada Jumat (21/8/2026).
Pemerintah berupaya untuk bekerja maksimal agar proses penanganan pasca gempa bisa berlangsung secara baik, kata orang nomor satu Mabar, Bupati Edistasius Endi. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










