BAJAWA, FLORESPOS.net-Puluhan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) utusan 8 KTH di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT antusias mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas keuangan KTA di 17 Pulau Riung yang berlangsung selama dua hari, Senin (1/12/2025) hingga Selasa (2/12/2025).
Pelatihan berlangsung di Aula Pondok SVD Riung. Ada pun KTH yang mengikuti pelatihan ini adalah KTH Papawiu Bajawa (Olah jahe), KTH Rumput Laut Nanga Mese (usaha rumput laut), KTH Gese Bherek (tenun), KTH Ratu Kelambu Sambinasi (tenun), KTH Dia Imus Riung (pangan lokal), KTH Nai Dia Sambinasi (tenun); KTH Wanggo Werus Latung (hortikultura), dan KTH Kelompok Pelaku Usaha Pariwisata Riung (KPUPR).
Ada pun para narasumber selama kegiatan dua hari ini yakni Kepala Bidang (Kabid) KSDA Wilayah II Ruteng, Dadang Suryana, S.Hut, T.M. Sc yang membawakan meteri Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Perlunya Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Konservasi.
Materi Pembentukan KTH dan Usaha Produktif dibawakan oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah III di Ranamese, Yohanes Brechmans Fua, S.Hut; materi Sumber Pembiayaan KTH dan Orientasi Usaha: Proyeksi, Harapan dan Tantangan dibawakan oleh Ir. Gorgonius Depla Bajang.
Materi Road Map dan Assessment Usaha KTH Berbasis Analisis SWOT dibawakan oleh Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th; Penyuluh Lingkup Bidang KSDA Wilayah 2 dengan judul materi Sumber Pembiayaan KTH dan Orientasi Usaha.
Proyeksi, Harapan dan Tantangan Kelompok Tani Usaha, dan evaluasi Harian dan Diskusi pertemuan hari pertama dipandu oleh Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th.
Pada hari kedua, Selasa (2/12/2025) Dosen STIE Karya Ruteng, Yohana Maria Dolorosa Mahin, SE, MM membawakan tiga materi yakni Pembukuan Keuangan KTH, Monitoring dan Evaluasi Pencatatan Keuangan; Latihan Perencanaan Keuangan; dan Latihan Pengawasan Keuangan.
Narasumber lainnya yang juga Dosen STIE Karya Ruteng Rosalia Heldy Nono, S,Kg, MM juga membawakan tiga materi yakni Perencanaan Keuangan KTH; Pelaporan Keuangan KTH; Latihan Pembukuan dan Latihan Pelaporan.
Selaku moderator dalam seluruh kegiatan ini dipercayakan kepada Ir. Gorgonius Depla Bajang.
Disaksikan media ini, anggota peserta selama kegiatan ini dengan penuh antusias mengikuti semua tahapan penyampaian materi, dan bahkan mereka menyampaikan komitmen bersama untuk mengimplementasikan materi yang mereka terima dalam manajemen keuangan pengelolaan usaha mereka.
“Kami sangat senang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas keuangan KTH ini. Terima kasih BKSDA 2 NTT. Terima kasih In Flores dan LMNB. Terima kasih panitia penyelenggara,” kata Wakil KTH Kelompok Pelaku Usaha Pariwisata Riung Abdulrahman Melang.
Siap Sukseskan
Ketua KTH Papawiu Bajawa Karolus Kila dan Sekretaris KTH Papawiu Viktor Maku di sela-sela pemaparan materi pelatihan menyatakan komitmen untuk menyukseskan program konservasi dan peningkatan kapasitas keuangan KTH.
“Kami siap sukseskan implementasi program konservasi dan peningkatan kapasitas keuangan KTH,” kata Karolus Kila dan Viktor Maku. Dukungan serupa disampaikan Ketua Kelompok KTH Rumput Laut Nanga Mese Sulaiman Talib.
“KTH siap sukseskan program konservasi dan implementasi pelatihan peningkatan kapasitas keuangan,” kata Sulaiman.
Kerja Kolaboratif
Dalam alur yang sama, Direktur LNBM, Kanisius Teobaldus Deki, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan UNDP, In Flores dan BKSDA NTT dalam program peningkatan ekonomi masyarakat di area konservasi habitat komodo.
“Sejak bulan Agustus sampai Desember tahun 2025 ini kami dilibatkan dalam riset dan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi kelompok tani hutan yang telah dibentuk. Komitmen lembaga kami untuk memajukan perekonomian masyarakat dan membangun budaya konservasi sangat kuat bersinergi dengan KSDA, In Flores dan UNDP. Sebuah permulaan yang baik untuk program selanjutnya,” jelas Deki.
Dosen STIE Karya Ruteng yang biasa disapa Nik Deki ini, mengakui pengembangan perekonomian merupakan kerja kolaboratif.
“Kerja sama beberapa waktu ini telah menolong kelompok-kelompok masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal dan menjadikannya daya usaha baru. Pantauan kami, KTH-KTH sudah mulai jalan, baik di Manggarai Timur maupun di Ngada, bahkan ada dua KTH sudah mengurus ijin untuk produk mereka,” tuturnya menutup pembicaraan.
Kegiatan ini diikuti sejumlah jajaran BKSDA2 NTT di antaranya Kepala Bidang (Kabid) KSDA Wilayah II Ruteng Dadang Suryana, S.Hut, T.M. Sc; Kepala Seksi KSDA Wilayah III di Ranamese Yohanes Brechmans Fua, S.Hut; Penyuluh Lingkup Bidang KSDA Wilayah 2 Paulus Pambut, S.Hut; Kepala Resor KSDA Riung David Daing, SST Kegiatan pelatihan ini ditutup oleh Kepala Resor KSDA Riung David Daing, SST.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Anton Harus










