Pengurus Bank Sampah Lestari Riung Terbentuk–Komitmen Bersama Kelola Sampah secara Profesional - FloresPos Net

Pengurus Bank Sampah Lestari Riung Terbentuk–Komitmen Bersama Kelola Sampah secara Profesional

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT berhasil membentuk kepengurusan Bank Sampah Lestari untuk warga di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (10/3/2026).

Kepengurusan Bank Sampah Lestari di bawah pimpinan Direktur Bank Sampah Lestari Al Ikhsan Musa Mundar berkomitmen untuk mengelola sampah secara profesional sehingga bisa menghasilkan uang.

Ada pun struktur kepengurusan Bank Sampah Lestari dengan Komposisi Direktur I Al Iksan Musa Mundar, Direktur II Fatmawati, Sekretaris I Bakkasang Daeng Mapaccing, Sekretaris II Nafisa Insan, Bendahara Novi, Teller 1 Asti, Teller II Nurlin, dan Kepala Gudang Ismail Marjukin.

Pemilihan pengurus berlangsung sangat demokratis yang dipilih secara langsung oleh peserta kegiatan pembentukan Bank Sampah yang diselenggarakan Balai Besar BKSD NTTT yang dipandu Kepala Resor KSDA Wilayah Riung David Daing dan Ketua Panitia Kegiatan Ibu Yeni Tris Styningrum, S.Hut.

Usai dipilih, Direktur I Bank Sampah Lesatri Riung menyatakan komitmen bersama untuk mengelola sampah secara profesional melalui Bank Sampah sehingga sampah-sampah bisa menghasilkan uang atau cuan.

“Kami minta dukungan anggota dan semua elemen warga untuk sama-sama mengelola sampah secara profesional sehingga sampah-sampah bisa menghasilkan uang,” kata Al
Ikhsan.

Baca Juga :  Berkas Paket Murni Lengkap, Diusung Koalisi Gemuk

Selain menghasilkan uang, lanjut Al Ikhsan, pengelolaan sampah secara profesional juga bisa mendukung kesuksesan dunia pariwisata.

”Semoga dengan pengelolaan sampah secara profesional bisa menciptakan wilayah ini aman dari masalah sampah dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas wisata di Kecamatan Riung,” katanya.

Usai dibentuk Bank Sampah dan kepengurusannya, Balai Besar KSDA NTT dan In Flores melalui panitia membagikan baju kaos bertuliskan “Kelola Sampah Selamatkan Bumi” kepada peserta kegiatan, dan para nara sumber.

Bagian depan baju ini ada tulisan dan logo In Flores. Sementara di bagian belakang tercantum tulisan ‘Kelola Sampah Selamatkan Bumi’ dan ada logo Kementerian Kehutanan, Balai Besar KSDA NTT, gef, dan logo UNDP.

Ketua Panitia Yeni Tris Styningrum, S.Hut kepada peserta kegiatan dan undangan yang hadir berpesan agar semua elemen warga bersatu mengelola sampah selain untuk menghasilkan uang, tetapi terutama untuk menyelamatkan bumi.

“Kelola sampah selamatkan bumi,” kata Yeni.

Yeni menyebut 5 tujuan pembentukan Bank Sampah yakni pengurangan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) melalui proses daur ulang dan pengolahan ulang; peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan dampaknya terhadap lingkungan.

Baca Juga :  BBKSDA NTT Gandeng Warga Tanam Ratusan Anakan Pohon di Manggarai Timur

Juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan tambahan melalui penjualan sampah yang dapat didaur ulang; menciptakan lapangan kerja baru dalam bidang pengelolaan dan daur ulang sampah; dan mengurangi pencemaran lingkungan dan konsevasi sumber daya alam melalui praktik daur ulang sampah.

Sementara Ketua Anak CInta Lingkunan (ACIL) Ende Umar Hamdan dalam materinya antara lain menjelaskan langkah-langkah konkret optimalisasi pengelolaan sampah melalui Bank Sampah sebagai penunjang ekonomi masyarakat (dampak masalah sampah).

Juga Pembentukan kelembagaan Bank Sampah praktik daur ulang sampah (pembuatan eco sofa dari limbah plastik kresek LDPE), praktik daur ulang sampah (pembuatan eco sofa dari limbah plastik kresek LDPE); dan manajemen pengolahan Bank Sampah.

Umar Hamdan juga menyebut upaya-upaya konkret yang dilakukannya bagaimana sampah bisa menghasilkan uang melalui Bank Sampah yang dikelolanya, dan hasil penjualan sampah bisa membiayai kebutuhan rumah tangga, kebutuhan pendidikan, dan aneka kebutuhan masyarakat lainnya.*

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan
Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:47 WITA

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong

Senin, 28 September 2026 - 13:42 WITA

Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan

Senin, 28 September 2026 - 13:39 WITA

Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Berita Terbaru

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA

Opini

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Senin, 28 Sep 2026 - 11:36 WITA