Merdeka di Tanah Bergetar - FloresPos Net - Page 2

Merdeka di Tanah Bergetar

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Apel Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026) di RT 15 Kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT. Foto: Istimewa

Suasana Apel Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026) di RT 15 Kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT. Foto: Istimewa

Gempa telah meretakkan dinding-dinding rumah kita, merobohkan atap yang menaungi keluarga kita, merusak sekolah dan tempat ibadah, mengguncang ruang-ruang perawatan di rumah sakit. Namun gempa tidak bisa mengguncangkan ‘jiwa pulau’ ini.

Tidak bisa mengubur semangat kemerdekaan yang diwariskan para pejuang. Justru di sinilah, di tengah derita ini, kebangkitan menemukan maknanya yang paling sejati. Tidak cuma membangun kembali apa yang runtuh, tetapi membangun dengan lebih kokoh, lebih adil, dan lebih manusiawi.

Flores bukanlah tanah yang miskin potensi, dan gempa tidak mengubah itu. Ia tetap anugerah yang melimpah dengan laut yang luas dan darat yang subur, dengan budaya yang agung dan iman yang kokoh, dengan semangat yang menyala dan solidaritas yang justru semakin menyala di tengah bencana.

Namun kini, potensi itu harus digerakkan dengan urgensi yang lebih besar. Ia tidak boleh lagi sekadar disimpan dalam pujian atau ditangisi dalam kehilangan. Ia harus diolah dan ditumbuhkan menjadi kekuatan nyata yang membangun kembali wajah kehidupan.

Baca Juga :  Membangun Solidaritas Global (Catatan di Hari AIDS Sedunia Perspektif Sosiologi Agama)

Karena itu, dalam semangat kemerdekaan di masa pasca gempa dan tanggap darurat ini, saatnya kita bangkit sebagai masyarakat yang bekerja bukan hanya dengan tenaga, tetapi dengan kecerdasan, keberanian, dan solidaritas yang tak mengenal batas.

Petani kita yang ladangnya retak dan irigasinya rusak membutuhkan teknologi yang tepat dan pasar yang adil. Nelayan kita yang perahu dan jaringnya dihantam gelombang harus dilindungi dari ketidakpastian ganda, ketidakpastian laut dan ketidakpastian pascabencana.

UMKM kita yang kiosnya rata dengan tanah harus dibangkitkan, tidak hanya diberi santunan, tetapi dinaikkan kelasnya menjadi pemain utama dalam rekonstruksi dan ekonomi baru.

Baca Juga :  Yasukel Gelar Rakornis dengan Sekolah Asuhannya, Kadis P dan K Berikan Apresiasi

Dan anak-anak kita, mereka yang kehilangan sekolah, kehilangan ruang kelas, kehilangan rasa aman, harus tetap menjadi ‘pencipta masa depan’, bukan korban yang menunggu belas kasihan. Produktivitas di tengah bencana adalah gerakan bersama. Ia adalah gotong royong dalam bentuknya yang paling murni.

Produktivitas di tengah derita gempa adalah soal mentalitas. Mentalitas yang menolak menyerah pada takdir, tapi haus akan kebangkitan. Mentalitas yang tidak menunggu bantuan dari jauh, tapi menciptakan solusi dari apa yang tersisa.

Mentalitas yang tidak takut memulai dari nol, karena tahu bahwa setiap reruntuhan adalah batu fondasi untuk bangunan yang lebih kokoh. Inilah semangat kemerdekaan yang sejati yakni membebaskan kita dari keputusasaan dan ketergantungan, dan menggerakkan kita menuju Flores yang bangkit, lebih kuat dari sebelumnya.

Berita Terkait

Momen Haru Gempa Flores: Uskup Agung Ende Berlutut di Tengah Pengungsi Lintas Agama, Simbol Kebangkitan Melalui Kemanusiaan
Update Dampak Bencana Gempa di Ende, Dua Korban Jiwa dan Ratusan Bangunan Rusak
Stok Makanan Semakin Menipis, Warga Towak dan Aeramo-Nagekeo Mulai Panik
Relawan Sahabat JSL Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana di Ende
Dampak Gempa Flores, Seluruh Rangkaian Kegiatan HUT RI di Sikka Dibatalkan
Kabasarnas Pantau Langsung Penanganan Gempa M 7,7 di Flores, Korban Jiwa Capai 51 Orang
Menteri PU, Gubernur dan Kapolda NTT Tinjau Tiga Lokasi Terdampak Bencana di Ende
RSUD Aeramo Layani Pasien di Tenda Darurat, Gedung Rusak Akibat Gempa
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Momen Haru Gempa Flores: Uskup Agung Ende Berlutut di Tengah Pengungsi Lintas Agama, Simbol Kebangkitan Melalui Kemanusiaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Update Dampak Bencana Gempa di Ende, Dua Korban Jiwa dan Ratusan Bangunan Rusak

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Merdeka di Tanah Bergetar

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:39 WITA

Stok Makanan Semakin Menipis, Warga Towak dan Aeramo-Nagekeo Mulai Panik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:06 WITA

Relawan Sahabat JSL Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana di Ende

Berita Terbaru

Suasana Apel Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026) di RT 15 Kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT. Foto: Istimewa

Nusa Bunga

Merdeka di Tanah Bergetar

Senin, 17 Agu 2026 - 10:50 WITA