Pemerintah Diminta Akui Hak Rakyat Atas HPL, HT, dan Cagar Alam Wae Wuul - FloresPos Net - Page 2

Pemerintah Diminta Akui Hak Rakyat Atas HPL, HT, dan Cagar Alam Wae Wuul

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun belakangan lahan-lahan warga yang bersertifikat tersebut semacam tidak berlaku, tidak bisa lagi jadi jaminan manakala kredit di Bank. Padahal masyarakat berserta hak ulayat hadir di sana, di 4 desa jauh sebelum ada HPL.

Oleh karena itu, diminta kepada Pempus/Negara supaya segera mengembalikan tanah-tanah warga yang masuk status HPL. Akui hak-hak rakyat di sana.

Mudah-mudahan proses pelepasan HPL yang sudah di tangan Pempus melalu kementerian terkait atas perjuangan berbagai pihak selama ini, baik Pemkab dan DPRD Mabar, masyarakat pemilik lahan dan lain-lain dapat terealisasi waktu dekat. Pempus/negara kembalikan tanah-tanah rakyat itu secepatnya.

Begitu pula berhubungan dengan CA Wae Wuul. Dulu kawasan konservasi itu bagian dari Taman Nasional Komodo (TNK) dangan nama PPA. Kehadirannya juga jauh sebelum HPL, dan Mabar masih satu dengan Kabupaten Manggarai. Pempus melalu instansi teknis minta kepada masyarakat setempat untuk lahan konservasi.

Baca Juga :  Jelang KTT Labuan Bajo Terus Didandan, Setahu: Sejumlah Jalan Dipasangi CCTV

Di wilayah itu (CA Wae Wuul) di antaranya ada habitat Komodo. Luas lahan sekian hektare dan di luar lahan milik warga. Kedua belah pihak, sepakat, setuju. Masyarakat diminta menjaga kawasan konservasi itu, masyarakat oke, mereka lakukan.

Tetapi terakhir-terakhir justru lain. Luas kawasan konservasi CA Wae Wuul sepertinya sudah bertambah. Sepertinya lahan perkebunan warga bagian dari kawasan konservasi itu.

Perkampungan juga demikian, masuk kawasan konservasi CA Wae Wuul. Karena itu kembalikan kepemilikan lahan warga dan akui hak-hak rakyat di sana.

Kembalikan luas CA Wae Wuul kesepakatan awal

Sehubungan dengan CA Wae Wuul, lanjut Gading yang juga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mabar itu, memang tidak salahkan pegawai CA Wae Wuul. Mereka itu mungkin ikut perintah dari atas.

Baca Juga :  Wim: Media Massa Berperan Penting Menyukseskan Pemilu 2024.

Diharapkan hasil rekontruksi tata batas CA Wae Wuul yang partisipatif, melibatkan pihak BKSDA/CA Wae Wuul, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar yang diwakili Pemerintah Kecamatan Komodo, Pemerintah Desa dan masyarakat setempat baru-baru ini, dapat menguntungkan masyarakat setempat. Artinya luas CA Wae Wuul sama seperti yang pada penyerahan awal dulu. Pempus mesti akui hak rakyat di sana.

Hal yang sama dengan status HT, yang belakangan mungkin “makan” lahan warga setempat supaya kembali ke batas-batas awal. Akui hak warga, kembali itu kepada masyarakat pemilik.

“Kita optimis, status HPL, HT, dan CA Wae Wuul yang sedang dalam proses perjuangan akan menemukan titik terang. Yang hak masyarakat hak masyarakat, yang hak negara/Pempus, hak negara/Pempus,” ujar Gading.

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah
Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:31 WITA

Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi

Senin, 14 September 2026 - 16:19 WITA

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Minggu, 13 September 2026 - 15:44 WITA

Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende

Minggu, 13 September 2026 - 15:38 WITA

TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA