Pemerintah telah mengembangkan kawasan penyangga seperti Desa Melo, Pulau Rinca, Pulau Mesa, Golomori, Sano Nggoang, Mbeliling, hingga Wae Rebo sebagai bagian dari ekosistem destinasi yang saling mendukung.
Pertanyaan strategisnya adalah, mengapa Pantura Flores belum masuk dalam imajinasi besar pembangunan kawasan penyangga tersebut?
Pantura Flores: Potensi yang Belum Dibaca
Pantura Flores sesungguhnya bukan satu daerah administratif, melainkan koridor pesisir utara Pulau Flores yang menghubungkan Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, hingga Flores Timur. Setiap wilayah memiliki karakter wisata yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membentuk jaringan destinasi Pulau Flores.
Namun dalam tulisan ini, perhatian saya sengaja difokuskan pada kawasan Pantura Manggarai dan Manggarai Timur. Alasannya sederhana, kedua wilayah inilah yang berada paling dekat dengan Labuan Bajo sehingga berpeluang paling awal merasakan limpahan pertumbuhan (spillover effect) dari perkembangan pariwisata di ujung barat Flores.
Selama ini, ketika berbicara mengenai pariwisata Kabupaten Manggarai, perhatian publik hampir selalu tertuju pada Wae Rebo, Liang Bua, Kampung Adat Todo, atau Ruteng Pu’u. Keempat destinasi tersebut memang telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjadi ikon wisata budaya Manggarai.
Namun, keberhasilan itu secara tidak langsung juga memperlihatkan adanya ketimpangan spasial pembangunan pariwisata. Wilayah pesisir utara Flores; khususnya Pantura Manggarai dan Pantura Manggarai Timur, belum memperoleh perhatian yang sebanding, padahal kawasan ini memiliki karakter destinasi yang sangat berbeda dan justru melengkapi pengalaman wisata Flores.
Berbeda dengan pegunungan Manggarai yang menawarkan wisata budaya, Pantura Flores justru menghadirkan bentang pesisir yang lengkap.
Dari Pantai Katebe yang berpasir putih, Pantai Sangari yang masih alami, muara Nanga Banda yang mempertemukan laut dan Sungai Wae Pesi, hingga Air Terjun Tiwu Pai yang tersembunyi di balik perbukitan.
Ke arah timur terdapat kawasan Pota dengan Danau Rana Tonjong dan Pantai Watu Pajung. Seluruh lanskap itu membentuk mozaik wisata bahari yang hingga kini belum diposisikan sebagai satu kesatuan kawasan.
Jalan Lingkar Utara Flores Akan Mengubah Peta Pariwisata
Ada satu variabel penting yang menurut saya belum banyak dibicarakan dalam diskursus pembangunan daerah, yaitu rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores oleh Pemerintah Pusat.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










