Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores - FloresPos Net - Page 2

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 11:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah telah mengembangkan kawasan penyangga seperti Desa Melo, Pulau Rinca, Pulau Mesa, Golomori, Sano Nggoang, Mbeliling, hingga Wae Rebo sebagai bagian dari ekosistem destinasi yang saling mendukung.

Pertanyaan strategisnya adalah, mengapa Pantura Flores belum masuk dalam imajinasi besar pembangunan kawasan penyangga tersebut?

Pantura Flores: Potensi yang Belum Dibaca

Pantura Flores sesungguhnya bukan satu daerah administratif, melainkan koridor pesisir utara Pulau Flores yang menghubungkan Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, hingga Flores Timur. Setiap wilayah memiliki karakter wisata yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membentuk jaringan destinasi Pulau Flores.

Namun dalam tulisan ini, perhatian saya sengaja difokuskan pada kawasan Pantura Manggarai dan Manggarai Timur. Alasannya sederhana, kedua wilayah inilah yang berada paling dekat dengan Labuan Bajo sehingga berpeluang paling awal merasakan limpahan pertumbuhan (spillover effect) dari perkembangan pariwisata di ujung barat Flores.

Baca Juga :  Menakar Ilusi 12 Program "Sahabat Sejati": Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu

Selama ini, ketika berbicara mengenai pariwisata Kabupaten Manggarai, perhatian publik hampir selalu tertuju pada Wae Rebo, Liang Bua, Kampung Adat Todo, atau Ruteng Pu’u. Keempat destinasi tersebut memang telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjadi ikon wisata budaya Manggarai.

Namun, keberhasilan itu secara tidak langsung juga memperlihatkan adanya ketimpangan spasial pembangunan pariwisata. Wilayah pesisir utara Flores; khususnya Pantura Manggarai dan Pantura Manggarai Timur, belum memperoleh perhatian yang sebanding, padahal kawasan ini memiliki karakter destinasi yang sangat berbeda dan justru melengkapi pengalaman wisata Flores.

Baca Juga :  KTT ASEAN 2023 (Epicentrum of Growth: The Opportunity for Indonesian Economic Growth)

Berbeda dengan pegunungan Manggarai yang menawarkan wisata budaya, Pantura Flores justru menghadirkan bentang pesisir yang lengkap.

Dari Pantai Katebe yang berpasir putih, Pantai Sangari yang masih alami, muara Nanga Banda yang mempertemukan laut dan Sungai Wae Pesi, hingga Air Terjun Tiwu Pai yang tersembunyi di balik perbukitan.

Ke arah timur terdapat kawasan Pota dengan Danau Rana Tonjong dan Pantai Watu Pajung. Seluruh lanskap itu membentuk mozaik wisata bahari yang hingga kini belum diposisikan sebagai satu kesatuan kawasan.

Jalan Lingkar Utara Flores Akan Mengubah Peta Pariwisata

Ada satu variabel penting yang menurut saya belum banyak dibicarakan dalam diskursus pembangunan daerah, yaitu rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores oleh Pemerintah Pusat.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal
Demokrasi Desa yang Bermartabat
Paradoks Jalan Swadaya dan Ancaman Sistem Transportasi Nasional
Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama
Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Senin, 20 Juli 2026 - 11:48 WITA

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

Senin, 20 Juli 2026 - 08:53 WITA

Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:05 WITA

Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:53 WITA

Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:08 WITA