REO, FLORESPOS.net-SMPK Tri Bhakti Reo kembali mengharumkan nama Reo di kancah pendidikan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik TKA 2026 jenjang SMP tingkat Kabupaten Manggarai, sekolah bernomor NPSN 50303373 ini berhasil masuk 10 besar dari 85 sekolah jenjang SMP se Kabupaten Manggarai dengan rata-rata sekolah 54.60.
Hasil tersebut diumumkan Pusmendik pekan ini. Dari data internal sekolah, capaian tertinggi ada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan rata-rata 67.46, sementara Matematika mencatat rata-rata 41.75.
2 Siswa Tembus 90.00, Bahasa Indonesia Jadi Kekuatan
Pada Bahasa Indonesia, dua siswa berhasil meraih nilai sempurna 90.00, yaitu Fransiskus Refandi Mamat* dan Fransiskus Julio Nggejang. Posisi kedua ditempati Hermelinda Klaudia Gobang dengan 86.67.
Posisi ketiga diraih 4 siswa: Gavrila Melitha Etwiory, Margaretha Maicha Sungga, Wilhelmus Gerisman Tongge, dan Fladimir Braille Jeislen dengan nilai 80.00. Empat siswa lain memperoleh 76.67. Nilai terendah 33.33.
Untuk Matematika, nilai tertinggi 53.33 diraih Dionisius Sari. Tiga siswa menyusul dengan 50.00: Margareta Maica Sungga, Gavrila Melitha Etwiory, Herlinda Celsiana Deca. Empat siswa lain di 46.67. Nilai terendah Matematika 26.67.
Pernyataan Kepala Sekolah: “Kisi-kisi Kompas, Pendampingan Kaki”
Kepala SMPK Tri Bhakti Reo, Magdalena Manul, S.Pd, Gr, mengaku bangga sekaligus tertantang dengan hasil ini.
“10 besar ini bukan hadiah, tapi hasil kerja tim. Saya bangga anak Reo bisa buktikan bahwa lokasi tidak menentukan prestasi. Dua siswa kita bisa 90.00 Bahasa Indonesia, Dionisius 53.33 Matematika. Itu luar biasa. Tapi saya juga tertantang karena selisih B.Indo 67.46 dan Matematika 41.75 masih besar. PR kita bersama,” ungkapnya, Senin 9/6/2026.
Magdalena menekankan dua kunci sukses: penerapan kisi-kisi TKA secara tuntas dan pendampingan rutin.
“Kisi-kisi itu kompasnya guru. Kalau kita tahu mau dibawa ke mana siswa, maka latihan jadi terarah. Pendampingan rutin itu bahan bakarnya. Anak yang merasa ditemani tidak akan menyerah walau nilainya 26.67. Target 2027 kami: rata-rata sekolah tembus 60,” tegasnya.
Wakasek Kurikulum: “Bedah Kisi-kisi + Literasi 15 Menit Kunci B.Indo 67.46”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus guru Bahasa Indonesia, Avensagtris Mensen, S.Pd, Gr, membeberkan strategi di balik rata-rata Bahasa Indonesia 67.46.
“Kami tidak mengajar ‘asal selesai bab’. Sejak Juli 2025 kami bedah kisi-kisi TKA per indikator: Menemukan Informasi, Memahami, Menerapkan, Menganalisis. Tiap minggu fokus 1 level kognitif. Ditambah program Literasi 15 Menit sebelum KBM. Siswa baca berita, cerpen, lalu merangkum. Makanya Refandi dan Julio bisa sama-sama 90.00, karena mereka terlatih di level C4 Menganalisis simpulan teks,” jelasnya.
Avensagtris menambahkan, nama Gavrila dan Margareta yang masuk 3 besar dua mapel adalah bukti literasi kuat menopang mapel lain. “Kalau anak paham bacaan, soal Matematika cerita pun mereka bisa kerjakan,” ujarnya.
Guru Matematika: “Klinik Sabtu + Konteks Reo Naikkan Numerasi”
Guru pengampu Matematika, Maria Zaida Rejeki, S.Pd, Gr, mengakui numerasi masih jadi tantangan nasional, termasuk di Reo. Namun ia optimis trennya naik.
“Rata-rata 41.75 memang belum ideal, tapi sudah di atas rata-rata nasional 2025. Kunci kami: Klinik Matematika tiap Sabtu pagi dan soal kontekstual. Dionisius bisa 53.33 karena kami pakai contoh ‘hitung hasil panen rumput laut’ bukan soal abstrak. Anak langsung connect. Siswa 50.00 seperti Margareta dan Gavrila juga aktif jadi tutor sebaya,” kata Maria Zaida.
Ia menegaskan program remedial untuk siswa nilai 26.67 sudah berjalan.
“Tidak ada siswa yang kami tinggal. Target saya pribadi 2027: tidak ada lagi anak Matematika di bawah 30, dan rata-rata kelas naik ke 50,” tutupnya.
Target 2027: Rata-rata 60
Dengan modal 10 besar tahun ini, seluruh guru dan siswa SMPK Tri Bhakti Reo menargetkan lompatan lebih tinggi. “Kepada adik kelas 7 dan 8: lihat kakak kelasmu. Kalau mereka bisa, kalian harus bisa lebih. Reo kecil, prestasi besar,” pesan Magdalena Manul menutup wawancara. *
Penulis : Aven Mensen (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










