ENDE, FLORESPOS.net-Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Ende dalam rentang waktu tahun 2026 atau dari Januari hingga Mei sudah mencapai 32 kasus. Pada tahun 2025 lalu Dinkes Ende mencatat ada 51 kasus.
Kasus DBD tersebut dilaporkan oleh Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende tersebar di beberapa kecamatan dan dominan ditemukan pada kecamatan dalam kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusa Numba Ero melalui Kepala Bidang P2P, Agustina Tondong kepada Florespos.net, Selasa (12/5/2026) lalu menyebutkan 32 kasus itu terdapat di sepuluh kecamatan dengan rincian.
Kecamatan Ende Utara, 8 kasus, Ende Timur, 8 kasus, Ende Tengah, 3 kasus, Ende Selatan 3 kasus, Nangapanda 2 kasus, Lio Timur 2 kasus, Ndona 2 kasus, Maurole 1 kasus, Wolowaru 1 kasus, dan Maukaro 1 kasus.
Data kasus DBD tersebut dilaporkan oleh puskemas dan disebutkan tidak ada korban jiwa.
Agustina mengatakan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) difokuskan pada pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti dan pemutusan rantai penularan.
Hal ini diwujudkan melalui kampanye PSN 3M Plus untuk penanganan sarang nyamuk, dan penyuluhan kesehatan. Dinkes Ende juga melakukan fogging fokus pada titik yang sudah positif.
“Kita lakukan fogging setelah ada kasus namun langkah pencegahan yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan. Kita harus lakukan pola 3 M)”.
Pencegahan 3 M yaitu menguras, membersihkan dan menyikat dinding tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, ember, dan vas bunga, agar telur nyamuk tidak menempel
Menutup, memastikan semua wadah penampungan air (seperti drum, kendi, dan toren air) tertutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
Mendaur Ulang, memanfaatkan kembali atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol plastik, dan ban bekas.
“Saat ini sedang hujan dan panas. Cuaca seperti ini membuat nyamuk DBD berkembang maka kita harus memperhatikan kebersihan lingkungan”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










