Rentang Waktu 2026, Dinkes Ende Temukan 32 Kasus DBD - FloresPos Net

Rentang Waktu 2026, Dinkes Ende Temukan 32 Kasus DBD

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Ende dalam rentang waktu tahun 2026 atau dari Januari hingga Mei sudah mencapai 32 kasus. Pada tahun 2025 lalu Dinkes Ende mencatat ada 51 kasus.

Kasus DBD tersebut dilaporkan oleh Bidang P2P,  Dinas Kesehatan Kabupaten Ende tersebar di beberapa kecamatan dan dominan ditemukan pada kecamatan dalam kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusa Numba Ero melalui Kepala Bidang P2P, Agustina Tondong kepada Florespos.net, Selasa (12/5/2026) lalu menyebutkan 32 kasus itu terdapat di sepuluh kecamatan dengan rincian.

Kecamatan Ende Utara, 8 kasus, Ende Timur, 8 kasus, Ende Tengah, 3 kasus, Ende Selatan 3 kasus, Nangapanda 2 kasus, Lio Timur 2 kasus, Ndona 2 kasus, Maurole 1 kasus, Wolowaru 1 kasus,  dan Maukaro 1 kasus.

Baca Juga :  Terpilih Jadi Ketua Askab Ende, Yadin Akan Undang Seluruh Klub Lama di Ende

Data kasus DBD tersebut dilaporkan oleh puskemas dan disebutkan tidak ada korban jiwa.

Agustina mengatakan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) difokuskan pada pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti dan pemutusan rantai penularan.

Hal ini diwujudkan melalui kampanye PSN 3M Plus untuk penanganan sarang nyamuk, dan penyuluhan kesehatan.  Dinkes Ende juga melakukan fogging fokus pada titik yang sudah positif.

“Kita lakukan fogging setelah ada kasus namun langkah pencegahan yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan. Kita harus lakukan pola 3 M)”.

Baca Juga :  Mutasi Pejabat di Sikka, Direktur RS TC Hillers Maumere Menempati Jabatan Baru Sebagai Sekertaris Bapperida

Pencegahan  3 M yaitu menguras, membersihkan dan menyikat dinding tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, ember, dan vas bunga, agar telur nyamuk tidak menempel

Menutup, memastikan semua wadah penampungan air (seperti drum, kendi, dan toren air) tertutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.

Mendaur Ulang, memanfaatkan kembali atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol plastik, dan ban bekas.

“Saat ini sedang hujan dan panas. Cuaca seperti ini membuat nyamuk DBD berkembang maka kita harus memperhatikan kebersihan lingkungan”.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo
Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi Penyaluran KUR Bagi Pelaku UMKM
Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat
SD Inpres Gere Menjuarai Lomba Bertutur Tingkat SD di Kabupaten Sikka
Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:03 WITA

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi Penyaluran KUR Bagi Pelaku UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WITA

SD Inpres Gere Menjuarai Lomba Bertutur Tingkat SD di Kabupaten Sikka

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:50 WITA