Rabies Center Ende Tangani 479 Kasus Gigitan HPR, 2 Positif Rabies - FloresPos Net

Rabies Center Ende Tangani 479 Kasus Gigitan HPR, 2 Positif  Rabies

- Jurnalis

Senin, 5 Juni 2023 - 12:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Rabies Center, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, NTT terus melayani dan memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) kepada warga yang digigit Hewan Penular Rabies (HPR).

Sejak Januari-Mei 2023, Rabies Center Ende mencatat 479 warga yang digigit HPR. Data ini diketahui dari warga atau korban yang datang ke Rabies Center untuk disuntik VAR dan SAR.

Kepala Dinas Kesehatan Ende, dr. Aries Dwi Lestari melalui Kepala Bidang P2P, Maria Agustina P. Tondong kepada Florespos.net, Senin (5/6/2023) mengatakan dari 479 kasus tersebut dua positif rabies.

Dikatakannya, jumlah ini termasuk warga dari kabupaten tetangga yang datang ke Rabies Center Ende.

“Rabies Center Ende juga melayani dari Nagekeo dan Ngada. Dua kasus yang positif itu dari Ende,” katanya.

Baca Juga :  Abdimas di 30 Desa, Mahasiswa STPM Sanur Fokus Bantu Penguatan Bumdes dan Administrasi Berbasis Aplikasi

Maria Agustina juga mengatakan di Kabupaten Ende pada tahun 2023, ada satu korban yang meninggal dunia. Korban yang meninggal itu tidak ada riwayat gigitan HPR tetapi kontak dengan korban gigitan yang sudah meninggal pada tahun 2022 lalu.

Data ini diterima oleh Dinkes Ende dari RSUD TC Hillers Maumere karena korban dirujuk dari Puskesmas Lio Timur ke Maumere, Kabupaten Sikka.

“Satu warga yang positif rabies itu dari Watuneso. Dari data yang kami terima tidak ada riwayat gigitan tapi kontak dengan keluarganya yang positif dan meninggal tahun lalu,” katanya.

VAR dan SAR Masih Mencukupi

Kepala Bidang P2P Dinkes Ende mengatakan saat ini stok VAR dan SAR di Rabies Center masih mencukupi untuk melayani warga yang digigit HPR.

Baca Juga :  Sepuluh Hari Kampanye Paslon Pilkada, Ini Kata Ketua Bawaslu Ngada

Stok VAR yang tersedia di Rabies Center sebanyak 600 vial dan stok SAR sebanyak 6 vial.

“Stok VAR dan SAR masih mencukupi. Jika gigitan parah atau luka besar maka kita akan gunakan Vaksin Anti Rabies dan Serum Anti Rabies,” kata Maria Agustina.

Ia mengimbau warga, jika terkena gigitan HPR seperti anjing dan kucing maka segera cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit. Setelah itu segeralah ke Rabies Center untuk disuntik vaksin.

“Jika sudah digigit HPR dan kita di sini masih dominan anjing maka segeralah lakukan langkah pengobatan awal dan ke Rabies Center di Dinkes Ende,” katanya.*

Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA