ENDE, FLORESPOS.net-Universitas Flores (Uniflor) kini telah melebarkan sayap kerja sama ke tanah Sumba untuk mendukung pembangunan di daerah tersebut dari berbagai sektor.
Lembaga pendidikan tinggi yang telah melahirkan puluhan ribu alumni ini resmi meneken kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD).
Kerja sama antara Uniflor dan Pemkab SBD ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) oleh Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana dan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla di kampus Uniflor, Kamis (14/5/2026) sore.
Bupati SBD datang ke kampus Uniflor menandatangani kerja sama tersebut didampingi, Frimeri Keremata, Kepala Badan Keuangan SBD dan Yushe Dunga, Kepala Bank NTT Cabang Waitabula.
Kedatangan bupati di Uniflor disambut dengan Rektor Uniflor dan jajaran diiringi tarian Woleka dari Sumba yang dibawakan oleh mahasiswa asal Sumba.
Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana sebelum melakukan penandatanganan MoU menyampaikan kepada Bupati SBD terkait sejarah, keadaan dan visi dari kampus. Rektor Uniflor juga memperkenalkan jajaran wakil rektor, dekan dan para dosen yang hadir dengan keahlian dan latar belakang pendidikan masing-masing.
Rektor mengatakan Uniflor adalah universitas nomor dua tertua di NTT yang kini memiliki 20 program studi, 17 prodi S1 dan 3 prodi S2 dari 4 fakultas.
Total mahasiswa saat ini mendekati enam ribu.
Universitas Flores telah menjalin kerja sama dengan pemerintah, BUMN, pihak swasta dan lembaga swasta lainnya. Untuk pemerintah daerah, hampir seluruh pemda di daratan Flores sudah bekerjasama.
Rektor mengatakan MoU dengan pemerintah daerah khususnya dengan Pemkab SBD sangat penting bagi Uniflor.
MoU tersebut tidak berhenti di kertas tetapi harus diikuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan diikuti dengan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten SBD.
“Jika sudah MoU dengan pemda SBD maka harus ada kegiatan KKN, magang dan abdimas serta penelitian di sana. Kita punya fakultas pertanian, pendidikan, teknik, hukum dan Iptek yang bisa dibawa ke SBD. Kita hadir bersama masyarakat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat”.
Bupati SBD, Ratu Wulla mengatakan sangat senang dengan kerja sama tersebut. Kata Bupati kerja sama ini adalah bagian dari visi untuk mewujudkan SBD hebat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kata Ratu Wulla saat ini Kabupaten SBD baru berusia 19 tahun dan jumlah penduduk paling besar dibandingkan tiga kabupaten lainnya di tanah Sumba. SBD terdiri dari 11 Kecamatan, 173 desa dan dua kelurahan, memiliki potensi pariwisata, perkebunan, pertanian.
Saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi seperti kemiskinan yang cukup tinggi, IPM yang masih sangat rendah, angka putus sekolah yang masih sangat tinggi dan persoalan stunting.
Untuk hadapi kondisi seperti ini maka Pemkab harus berlari lebih cepat namun tetap berkolaborasi dengan pihak terkait lainnya, salah satunya adalah lembaga pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kerja sama dengan Uniflor adalah bagian dari kolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk membangun daerah baik pada sektor pendidikan maupun sektor lainnya.
“Selain Universitas Flores kami juga sudah membangun kerja sama dengan universitas lainnya bahkan sedang membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri”.
Kata Ratu Wulla, di masa kepemimpinannya pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk membiayai pendidikan anak – anak Sumba Barat Daya ke jenjang S2 dan doktor.
“Pemkab SBD sudah siapkan anggaran untuk biaya pendidikan seratus orang S2 dan 10 doktor. Jika ada yang mau lanjut di Uniflor silahkan diurus”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










