“Kita tidak boleh diam dan pasrah. Kita tidak boleh larut dalam duka bencana. Kita harus bangkit berdiri tegak. Bangkitlah wahai perempuan hebat Ile Bura. Tuhan dan leluhur senantiasa selalu bersama kita,” tandas dia.
Pesan dan Ajakan Bernas

Camat Kowa Kleden dalam sambutan lebih jauh mengatakan kegiatan itu bukan momen hura-hura semata. Namun yang terpenting dan terutama dari apa yang dilaksanakan adalah kemuliaan dari nilai-nilai kebersamaan untuk selalu dan terus bergandeng tangan membebaskan irisan-irisan bencana yang masih menghantui.
“Kami berkolaborasi dengan tim Penggerak PKK kecamatan dan desa serta rekan-rekan lintas sektor menginisiasi kegiatan ini. Kami melibatkan masyarakat Ile Bura. Walau waktu persiapan sangat singkat kegiatan ini dapat terlaksana dengan begitu baik,” kata mantan Kepala Sub Bagian Protokoler Pemda Flores Timur itu.
Kowa Kleden yang baru tiga bulan sembilan hari menjabat sebagai Camat Ile Bura itu tegas mengatakan, “legalitas keberadaan kami sebagai pemimpin di wilayah ini masih seusia jagung 3 bulan 9 hari.”
“Sebuah rentang waktu yang masih terlalu sangat singkat. Untuk itu saya membutuhkan masukan-masukan dari seluruh komponen masyarakat Ile Bura. Saya berbesar hati menerima saran dan kritik demi membawa kemajuan dan perubahan di wilayah Ile Bura,” kata mantan Sekcam Lewolema itu.
Semenjak pertama kali menginjakkan kaki di Ile Bura sebagai Camat, kata Kowa Kleden, dia telah berjanji mempersembahkan diri secara utuh tanpa sisa menjadi abdi dan pelayan bagi masyarakat tercinta mulai dari Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen, Riangrita, Lewotobi, Lewoawang, dan Riangbaring.
“Saya hadir tidak untuk mengejar popularitas apalagi membawa kalian semua ke arah keterpurukan. Saya hadir untuk menggerakkan segenap sanggup dan tanggung jawab di tengah kekurangan diri untuk menjawab kepercayaan yang telah dilimpahkan oleh bapak bupati dan wakil bupati Flores Timur,” kata Kowa Kleden.
Kowa Kleden mengajak masyarakat Ile Bura untuk berdiri tegak dan secara bersama-sama dengan cara dan peran masing-masing berbuat sesuatu demi kebaikan dan kemajuan bersama.
Dia percayalah, bahwa ketika segala sesuatu dilaksanakan secara bersama-sama apapun itu tantangan yang merintang di sana tentu ada jalan keluar dalam lindungan dan berkat Tuhan dan Lewo Tanah.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










