Setelah Pertemuan Tertutup Soal Sempadan Ndao, Ini Kata Pedagang dan Bupati Ende - FloresPos Net

Setelah Pertemuan Tertutup Soal Sempadan Ndao, Ini Kata Pedagang dan Bupati Ende

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 16:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda akhirnya mengundang masyarakat atau pedagang di kawasan sempadan Pantai Ndao yang akan ditertibkan oleh pemerintah ke Kantor Bupati untuk melakukan pertemuan dan mendengarkan aspirasi mereka.

Namun pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup antara Bupati Ende dan perwakilan pedagang, tokoh masyarakat serta beberapa pejabat terkait. Pertemuan digelar Selasa (14/4/2026) di ruang kerja bupati.

Pantauan media ini, pertemuan berlangsung sekitar satu jam lebih dijaga Satpol PP Ende. Wartawan yang hadir di kantor Bupati Ende saat itu tidak diperkenankan masuk dalam ruang pertemuan.

Masyarakat dan pedagang yang dipilih masuk dalam ruang kerja Bupati mengikuti sebanyak sepuluh orang.

Beberapa pedagang yang datang saat itu juga tidak diijinkan masuk. Mereka mengaku kecewa karena tidak ikut pertemuan membahas dan mendengarkan keputusan terkait masalah yang sedang dihadapi.

Tanggapan Pedagang

Usai pertemuan itu, Leny Aryani perwakilan dari pedagang kepada wartawan mengatakan ia belum setuju dengan hasil atau keputusan dari pertemuan tersebut.

“Saya belum setuju dengan hasil pertemuan tadi karena bapak bupati bilang, dilakukan penataan tetapi pedagang disuruh cari tempat di bagian kanan atau bahu jalan sebelah kanan,” katanya.

Leny mengatakan alasan lain dirinya belum sepakat atau belum menerima hasil pertemuan itu karena hanya diwakili oleh beberapa pedagang.

Baca Juga :  Perse Ende Pastikan Ikut Soeratin Cup di Kupang

“Keputusan ini kami belum setuju karena kami yang ikut pertemuan ini hanya perwakilan lima orang. Kami harus menyampaikan lagi kepada pedagang yang lain. Apakah mereka setuju atau tidak,” tegas Leny.

Dikatakannya, pada pertemuan tersebut Bupati mengatakan pemerintah tetap melakukan penertiban Sempadan Ndao dan masyarakat atau pedagang yang terdampak bisa berjualan dengan gerobak di bahu jalan sebelah kanan atau sebelah atas.

“Kami diarahkan jual dengan gerobak di bahu jalan sebelah kanan dan bagi kami sangat tidak etis”.

Leny juga mengaku kecewa karena sehari sebelumnya pemerintah menyampaikan rencana pertemuan tersebut melalui orang lain, bukan pedagang yang terdampak.

Terkait sikap tegasnya, kata Leny, pedagang masih bersikeras menolak penggusuran karena belum siap untuk pindah.

“Kami anggap pertemuan ini belum ada titik temu karena saya belum omong dengan pedagang yang lain. Saya hanya perwakilan saja dan kami juga belum siap untuk pindah,” kata Leny.

Perwakilan pedagang juga menyampaikan kepada bupati bahwa saat ini sebagian pedagang masih terlilit utang pinjaman di bank dan koperasi. Namun bupati menegaskan pemerintah akan berkomunikasi dengan pihak bank dan koperasi agar memberikan toleransi waktu untuk menyicil.

Baca Juga :  Pesan Idul Adha Ustad Amril, Perisai Ibadah Jauhkan Kita Dari Perangai Buruk

“Saat pertemuan kami sampaikan bahwa sebagian pedagang masih utang di bank dan koperasi tetapi bapak bupati bilang nanti sampaikan kepada bank dan koperasi datang ke Kantor Bupati agar jangan tagih dulu karena masyarakat mau direlokasi,” kata Leny.

Tanggapan Bupati

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda kepada wartawan setelah pertemuan itu mengatakan penertiban kawasan Sempadan Ndao akan dilakukan besok, Rabu (15/4/2026).

“Besok sudah final dilakukan penertiban,” katanya.

Terkait pertemuan dengan perwakilan pedagang, kata Bupati, pada pertemuan tersebut sudah disepakati pedagang yang selama ini menempati Sempadan Ndao akan disiapkan tempat jualan di terminal Ndao, pasar dan bahu jalan sebelah kanan. Khusus di bahu jalan sebelah kanan, para pedagang diberikan ruang berjualan dengan gerobak.

“Tadi kita sepakat dan sudah ada solusi, mereka disiapkan tempat untuk berjualan di terminal, pasar dan di sebelah kanan jalan karena sebelah kiri akan ditertibkan,” katanya.

Kata Bupati, tujuan dari penertiban kawasan itu jelas, karena bertentangan dengan Perda dan mendukung gerakan ASRI dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Penertiban juga dilakukan untuk penegakan aturan tata ruang bahwa tidak boleh ada lapak permanen di sempadan pantai.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar
Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar
Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja
Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat
Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas
Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar
Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa
Bupati Endi: Kembalikan Manggarai Barat Sebagai Lumbung Pangan NTT
Berita ini 436 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:48 WITA

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WITA

Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:43 WITA

Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:37 WITA

Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:20 WITA

Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA