LABUAN BAJO, FLORESPOS net-Harga beras di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) masih stabil. Disinyalir karena bertepatan dengan musim panen.
Demikian sejumlah penjual dan pembeli di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo ibu kota Mabar kepada media ini, Kamis (9/4/2026).
Warsiti, seorang pedagang beras, mengatakan sampai sekarang beras yang dia jual harganya masih stabil, masih seperti bulan-bulan sebelumnya. Pasarannya masih berkisar Rp. 13.000 per kilogram (kg) hingga Rp. 15.000/kg.
Bervariasinya harga beras tersebut, terang Warsiti, tergantung jenis. Seperti Ciherang Rp. 13.000/kg, Inpari Rp. 14.000/kg, dan Membramo Rp. 15.000/kg.
Namun wanita yang akrab disapa Umi Warsiti itu tidak menyebutkan alasan bervariasinya harga ketiga jenis beras tersebut.
“Pokoknya kita belinya begitu (harga), jualnya juga begitu,” katanya.
“Dan ini sudah lama. Beberapa bulan (terakhir) ini harga beras kita masih stabil. Kita beli beras lokal (Mabar). Di (persawahan) Lembor dan di sini, seperti di Walang (sawah),” sambung Umi Warsiti.
Selain beras, lanjut Umi Warsiti, pangan lain yang dia jual dan harganya selama ini masih stabil yakni jagung. Jagung biji tetap Rp. 10.000/kg, dan jagung giling juga begitu, stabil, yaitu Rp. 12.000/kg atau Rp. 10.000/liter.
Harga dedak halus di pasar harian tersebut (Batu Cermin) juga masih stabil belakangan, yaitu Rp.5000 setiap kilogramnya.
“Saya selalu beli dedak (halus) di sini selama ini untuk pakan ternak. Harganya masih tetap sama, lima ribu rupiah per kilogram. Jadi masih stabil,” ungkap Timo menanggap media ini di pasar tersebut saat itu.
Di pasar yang sama (Batu Cermin), harga sejumlah barang kebutuhan masyarakat yang kabarnya bervariasi, antara lain Bawang Putih dan Bawang Merah, masing-masing Rp. 40.000/kg. Cabe Rawit Rp. 60.000/kg. Kopi biji Rp. 85.000/kg atau Rp. 65.000/liter. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










