BAJAWA, FLORESPOS.net-Kabar gembira di Bidang Pendidikan kembali menghampiri Kabupaten Ngada khususnya di Lembaga Pendidikan SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa. Pada tahun pelajaran 2026 siswa siswinya dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi( SNBP ) 2026 untuk kuliah di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Setelah tahun sebelumnya hanya 1 orang anak yang lolos untuk kuliah di Universitas Indonesia namun tahun ini tiga orang lolos.
Ketiga anak tersebut yakni, Artha Mena yang diterima pada jurusan Geologi FMIPA UI, Krista Brata jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik UI dan Brigit Odje lolos pada Teknik Bioproses, Fakultas Teknik UI.
Artha Mena, siswa SMAS Regina Pacis Bajawa kepada Florespos.net di Bajawa, Rabu ( 1/4/2026) mengatakan, dirinya bangga bersekolah di Recis Bajawa sehingga kesempatan untuk menempa ilmu di Universitas Indonesia dapat diraihnya.
Artha, Putri dari Bapak Seravinus Mena dan Maria Theresia Rato, guru di SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa ini mengatakan, ketika mendapat Informasi bahwa dirinya lulus seleksi masuk PTN berbasis prestasi di Universitas Indonesia dirinya sangat bahagia dan bersyukur.
Dirinya memang memilih jurusan Geologi saat test dengan pilihan saja yakni UI walaupun diminta memilih dua pilihan di Kampus berbeda namun satunya harus di memilih Universitas Negeri yang ada di NTT.
Namun untuk memperoleh tingkat poin kelulusan maka ketiganya bersepakat memilih 1 Universitas yakni UI.
Anak kedua dari tiga bersaudari ini menambahkan perasaan atas kesuksesan ini dirinya sangat berbahagia karena tidak semua anak di Indonesia bisa merasakan hal yang sama untuk bisa lolos dan masuk Univesitas Negeri ternama yaitu UI lewat jalur SNBP yang mana koutanya sedikit.
Ketiganya pada tahun lalu pernah mengikuti Debat Bahasa Inggris yaitu Debat KOMPEK atau Kompetisi Ekonomi yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.
“Kami sempat berkeliling di lingkungan UI sehingga UI tidak asing bagi kami,” tuturnya.
Diharapkannya agar dari ketiganya dapat memacu siswa dan Siswi SMA Recis Bajawa kedepannya terus bertambah untuk kuliah di UI.
“Saya merasa SMA Recis Bajawa berada sekolah ini bukan belajar dalam tekanan tetapi diajari bahwa setiap keberhasilan membutuhkan proses dan pengorbanan,” tambahnya.
Ibunda Artha yang juga guru di SMA Regina Pacis Bajawa, Maria Theresia Rato pada kesempatan yang sama mangatakan bahwa sebagai orang tua juga sebagai guru,dirinya menyaksikan sendiri bagaimana anaknya diajarkan dan didampingi di sekolah.
Apabila hanya mengandalkan dirinya sebagai orang tua saja dirinya yakin anaknya bisa sampai ke tahap ini namun dirinya melihat dan berproses bersama di sekolah maka anaknya cepat perkembangannya.
Selain guru-guru yang hebat menurutnya kepala sekolah yang luar biasa membawa sekolah berprestasi.
Kepala Sekolah tidak mudah percaya para guru begitu saja namun semua kebijakan yang arif membuat anak dan para guru tetap semangat dan percaya diri.
“Pimpinan yang rajin Sidak serta cara Komunikasi dengan orang tua membuat dukungan kami tambah semangat,” tutup guru Matematika ini.
Dikatakannya bahwa kerja keras yang dilakukan akan sia sia bila hati tidak diberikan tulus pada anak. *
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










