Pemda Sikka Jelaskan Soal MBG, SPPG, Pembangunan Septic Tank dan Lahan HGU Nangahale dan Rendahnya Belanja Modal - FloresPos Net

Pemda Sikka Jelaskan Soal MBG, SPPG, Pembangunan Septic Tank dan Lahan HGU Nangahale dan Rendahnya Belanja Modal

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan jawaban terhadap pertanyaan fraksi-fraksi DPRD Sikka yang disampaikan dalam rapat paripurna terkait Pidato Pengantar Bupati Sikka atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Sikka Akhir Tahun 2025.

Dalam sidang paripurna DPRD Sikka pemerintah memberikan jawaban terkait pertanyaan fraksi tentang Program Makan Bergizi Gratis, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Pembanguan Septic Tank dan lahan HGU Nangahale.

Fraksi di DPRD Sikka menyoroti program MBG yang hingga saat ini,sudah setahun lebih berjalan tetapi masih belum dinikmati secara merata oleh seluruh siswa-siswi di berbagai sekolah.

“Di Kabupaten Sikka terdapat 103 SPPG yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka walaupun belum dapat menjangkau seluruh peserta didik di Kabupaten Sikka,” jelas Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (13/3/2026).

Juventus mengatakan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan para mitra pelaksana, guna mendorong percepatan pembangunan SPPG yang masih dalam proses.

Dengan begitu kata dia, cakupan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka dapat terus ditingkatkan secara bertahap.

Baca Juga :  Penyidik Tipikor Kejari Sikka Serahkan Berkas Perkara Dua Pejabat Penilep Dana Sertifikasi Guru ke JPU

“Terkait sorotan fraksi terhadap pelayanan dapur SPPG di Kecamatan Nita,pemerintah telah berkoordinasi dengan pengelola dapur sehingga pelayanan makanan kepada penerima manfaat dapat kembali berjalan normal,” ucapnya.

Pemerintah melalui Bupati Sikka juga menjawab pertanyaan fraksi terkait pengerjaan septic tank di Desa Teka Iku yang sampai sekarang belum selesai dikerjakan.

Juventus memaparkan pekerjaan sanitasi yang besumber dari Dama Aickasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 tersebut dilaksanakan secara swakelola dan terdapat di 9 desa.

Sembilan desa di Kabupaten Sikka yang mendapat program ini yakni Desa lantena, Teka iku, Gera, Wolomapa, Umagera, Ribang, Hoder, Wailamung dan Desa Parabubu yang dikerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Rata-rata pencapaian fisik pengerjaannya 70 persen dan telah dianggarkan kembali di Tahun Anggaran 2026 ini,” terangnya.

Bupati Sikka juga menjawab pertanyaan fraksi terkait sudah sejauh mana proses penyelesaian masalah tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale.

Baca Juga :  Polres Ende Terjunkan Anggota ke Rumah Ibadah, Ternyata Ini yang Dilakukan

Juventus menjelaskan. terkait Surat Menteri ATR/BPN Nomor B/LR.03.01/48/1/2026 tentang Penguatan Reforma Agraria, pemerintah telah berkoordinasi dengan ATR/BPN Kabupaten Sikka melalui rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tanggal 25 Februari 2026.

Setelah rapat kata dia, dilanjutkam dengan kegiatan sosialisasi penguatan reforma agraria bersama masyarakat dari 5 desa di 3 kecamatan.

“Sosialisasi dilaksanakan bagi warga Desa Runut Kecamatan Waigete, Desa Likonggete dan Desa Nangahale Kecamatan Talibura serta Desa Tuabao dan Desa Natarmage Kecamatan Waiblama yang dilaksanakan pada tanggal bulan Maret 2026 di Hitohalok, Desa Runut,” sebutnya.

Fraksi di DPRD Sikka juga mempertanyakan realisasi belanja modal yang relatif rendah sebagai indikasi bahwa program pembangunan fisik dan infrastruktur belum berjalan secara optimal.

Sementara itu.di sisi lain, belanja tidak terduga yang sangat minim juga menunjukkan bahwa perencanaan fiskal daerah belum sepenuhnya responsif terhadap potensi kondisi darurat, termasuk bencana.

“Pengalokasian anggaran yang didistribusikan ke masing-masing objek belanja disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA