MAUMERE, FLORESPOS.net-Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dijadwalkan besok Kamis (26/2/2026) akan mengunjungi Kabupaten Sikka guna melihat lokasi pembangunan kampung nelayan.
Menteri bersama rombongan akan tiba dari Kupang di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 07/30 Wita dan langsung mengunjungi lokasi kampung nelayan di Nangahure Lembah, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat.
“Yang dikunjungi saat ini sesuai dengan jadwal menteri seharusnya hari ini tapi ditunda besok untuk mengunjungi calon lokasi kampung nelayan di Kelurhan Wuring,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka Paulus Hilarius Bangkur, Rabu (25/2/2026).
Paul sapaannya menjelaskan, kampung nelayan di Nangahure Lembah, Desa Wuring ini berada di pinggir pantai dan letaknya di sebelah barat pangkalan TNI AL Maumere atau Lanal Maumere.
Ia mengatakan biasanya tim dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turun mengecek calon lokasi namun di Kabupaten Sikka Menteri sendiri yang turun langsung untuk melihat lokasi.
“Kita bersyukur di Sikka ini pak menteri yang turun langsung untuk melihat. Jarang kegiatan ini pak Menteri yang turun sebab untuk pendahuluan begini biasanya ada tim dari kementrian yang turun,” ujarnya.
Paul memaparkan, kampung nelayan yang diusulkan DKP Kabupaten Sikka sebanyak 4 lokasi yakni di Nangahure Lembah, Kelurahan Wuring, Desa Reroroja, Desa Wolomarang dan Desa Nangahale.
Sedangkan untuk kampung budidaya diusulkan 2 lokasi yang di Desa Parumaan dan Desa Kojadoi yang berada di wilayah kepulauan yang akan dipergunakan untuk budidaya rumput laut.
“Memang permasalahan untuk lokasi minimal kampung nelayan itu minimal satu hektar. Tetapi lahan di Nangahure hanya 6 ribuan meter persegi saja. Sedangkan lokasi lainnya masih kurang luas,” ungkapnya.
Paul memaparkan, tiga lokasi lain memang lahan kosong hampir tidak ada yang dimiliki desa dan kelurahan sehingga lahan disiapkan tapi harus dilakukan reklamasi pantai.
Di atas lahan seluas satu hektar yang akan menjadi kampung nelayan, akan dibangun beberapa fasilitas di dalamnya terdapat dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI) dan gudang pendingin (cold storage).
Selain itu akan dibangun pula pabrik es, bengkel nelayan, Stasiun Pengsian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) serta sarana pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan perumahan.
“Lahan di Nangahure itu nanti secara teknis bisa masuk untuk menjadi satu kampung nelayan atau tidak nanti akan dilakukan survey oleh tim dari Kementrian Kelautan dan Perikanan,” tuturnya.
Paul mengaku sudah siap untuk menjelaskan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan terkait dengan lokasi kampung nelayan dan kampung budidaya yang diusulkan termasuk potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Sikka.
Terkait Kampung Nelayan di Bebeng, Kelurahan Wolomarang yang pernah dikunjungi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan kawasan ekonomi perikanan.
“Soal lokasi kawasan ekonomi perikanan tersebut proposalnya sudah kita serahkan kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan.Tetapi pemerintah pusat kan lagi menggolkan program APBN termasuk kampung nelayan,” tuturnya.
Paul mengatakan selama ini para nelayan yang bermukim di wilayah kepulauan untuk fasilitas penunjang dan pendukung itu mereka bisa mengaksesnya di wilayah daratan di Kota Maumere dan Nangahale.
Kapal-kapal nelayan dari beberapa wilayah kepulauan akan mengisi bahan bakar, air bersih termasuk juga es balok dan kebutuhan melaut lainnya.
“Di Nangahure banyak sekali kapal nelayan termasuk nelayan pemancing tuna sehingga dengan adanya pembangunan kampung nelayan tersebut akan bermanfaat bagi para nelayan,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










