Oleh: Anselmus Atasoge
LARIK sejarah sering kali tersembunyi di balik debu dan tumpukan kertas tua. Lembaran-lembaran ini menyimpan denyut nadi peradaban manusia dari masa ke masa. Jejak langkah bangsa terekam secara abadi melalui setiap kata yang tertulis di sana.
Penyelamatan dokumen tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap identitas serta jati diri daerah. Kesadaran akan pentingnya memori kolektif ini menuntun kita pada upaya pelestarian yang sistematis.
Dokumen-dokumen tersebut sering disebut ‘arsip statis’. Ia menyimpan informasi mengenai peristiwa masa lalu secara autentik. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka menyadari pentingnya hal tersebut.
Untuk itu, lembaga pemerintah ini melakukan penelusuran arsip statis di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret pada Kamis (22/1/2026). Langkah ini menjadi upaya nyata dalam menjaga warisan peradaban di wilayah Maumere.
Seminari Tinggi Ritapiret memiliki kedudukan strategis dalam sejarah pendidikan dan religi di Flores. Lembaga ini menyimpan banyak rekam jejak perjalanan Gereja serta perkembangan sosial masyarakat.
Penelusuran tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dokumen bernilai guna sejarah dan budaya. Kerja sama antara pemerintah dan institusi keagamaan sangat diperlukan dalam pelestarian ini.
Pengelolaan arsip secara sistematis dapat memperkuat identitas daerah. Arsip-arsip tersebut merupakan bukti fisik dari memori kolektif warga Sikka.
Penyelamatan dokumen bersejarah mencegah hilangnya narasi penting bagi generasi mendatang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pembinaan kearsipan secara berkelanjutan. Upaya ini mendukung terciptanya tertib administrasi pada tingkat kelembagaan.
Dokumen yang terdata akan menjadi sumber informasi berharga bagi peneliti. Keberadaan arsip statis yang terawat mencerminkan tingkat literasi sejarah suatu masyarakat. Masyarakat perlu memahami nilai penting dari setiap lembar kertas tua di lembaga-lembaga pendidikan.
Pelestarian ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Hasil penelusuran ini akan memperkaya khasanah informasi sejarah lokal di Kabupaten Sikka.
Arsip adalah jembatan penghubung antara masa lalu dan masa depan. Keberadaan dokumen ini memberikan arah bagi generasi dari masa ke masa untuk memahami akar budayanya sendiri.
Cicero, seorang orator ternama dari Romawi, pernah menyatakan bahwa sejarah adalah saksi zaman dan guru kehidupan. Pernyataan ini menegaskan bahwa dokumen sejarah merupakan penuntun bagi langkah manusia ke depan.
Upaya pelestarian yang telah dijejaki oleh Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret merupakan langkah kecil menuju peradaban yang besar. Warisan sejarah ini akan terus hidup di dalam ingatan kolektif masyarakat Sikka. Kita harus menjaga api sejarah ini agar tetap menyala bagi anak cucu nanti. *









