Sudah Dibangun 26 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat - FloresPos Net

Sudah Dibangun 26 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLLORESPOS.net-Sebanyak 26 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT sudah dibangun. Ada 22 desa tak punya lahan, lainnya masih berproses.

Di Mabar 169 desa/kelurahan.
Demikian Theresia P. Asmon, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop UKM) Mabar menanggapi media ini di Labuan Bajo baru-baru ini.

Diungkapkan, pembangunan gerai KDMP skema top down, artinya kewenangan dari atas melalui salah satu PT (Perseroan Terbatas). Tim lapangannya bermitra dengan TNI.

“Kami lebih ke tata kelolanya,” kata Nei, sapaan Kadis Theresia P. Asmon.

Menurut dia, di Mabar terkait ini kondisi update minggu lalu dan hasil koordinasi pihaknya dengan tim TNI, bahwa yang sudah dibangun 26 gerai, yang lainnya sedang berproses pembangunan.

Kemudian, dari data Dinas Nakertranskop UKM, hingga kini ada 22 desa di Mabar yang menginformasikan lahan desa tidak tersedia untuk bangun gerai KDMP. Sepertinya begitu aturan, bangun di atas tanah desa atau lahan pemerintah, kata Kadis Nei.

Baca Juga :  Festival Lamaholot 2024, Penenun Lamaholot dan Masyarakat Tanam Bakau di Pesisir Desa Watodiri

Berarti, lanjutnya, 169 desa kelurahan di Mabar baru 26 gerai sudah dibangun. Ke 26 gerai itu dibangun di tanah desa. Juga ada yang bangun di tanah Pemda. Yang lain masih disurvey PT yang bersangkutan.

“Kita juga masih menunggu kira-kira mungkin ada skema lain bagi desa kelurahan yang lahannya tidak tersedia,” kata Kadis Nei.

Di Mabar, masih Kadis Nei, sepertinya ada desa yang susah dijangkau. Ada pula yang lahannya tersedia tetapi akses jalan masuknya susah. Dinas Nakertranskop UKM masih menunggu arahan kebijakan lanjutannya terkait hal ini.

Ke 26 gerai KDMP tersebut, lanjut Kadis yang eks Kepala Dinas Peternakan Mabar itu, baru terbangun di daratan Flores dalam wilayah Mabar. Sedang desa-desa di pulau-pulau yang bagian dari Mabar belum ada.

Syarat membangun gerai KDMP, kata Kadis Nei, luas lahan kurang lebih di atas 1000 meter persegi. Lokasi harus strategis, mudah diakses, ketersediaan air, listrik, jaringan internet, jalan.

Baca Juga :  Uskup Agung Ende, Bupati dan Forkopimda Hadir di Tengah Umat Muslim Saat Salat Idul Fitri

“Itu yang didahulukan pembangunan gerainya. Karena itu semua satu sistem pelayanan nanti. Selain untuk diakses oleh masyarakat, juga kemudahan pelaporan dan lain-lain,” ujarnya.

“Itu kan sistem online semua. Jadi memang prioritas yang sesuai syarat dari PT yang bersangkutan,” sambungnya.

Masih Kadis Nei, 26 gerai itu tersebar di banyak kecamatan di Mabar. Antara lain di Kecamatan Lembor Selatan, Lembor, Sano Nggoang, Mbeliling, Boleng, dan Kuwus.

Beberapa KDMP yang sudah ada gerai itu ada yang sudah operasional, bisnis sudah jalan. Modalnya mungkin dari simpanan anggota. Antara lain di Kelurahan Nantal, Kecamatan Kuwus.

“Meski pinjaman segala macam belum terealisasi, masih berproses, tapi bisnisnya mulai berjalan. Mereka bisnis ayam petelur dan ayam pedaging. Mereka mengunakan modal anggota,” kata Kadis Nei.

“Memang sejatinya harus begitu. Sedangkan yang lain masih berproses. Masih berdiskusi dengan anggota,” sambungnya lagi.

Kadis Nei berharap, semua KDMP di Mabar bisa beroperasi kalau sudah ada gerainya. Pasti nanti proses bisnisnya segera berjalan, katanya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WITA

Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan

Berita Terbaru