Yang Layak dan Yang Dekat - FloresPos Net

Yang Layak dan Yang Dekat

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 07:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

ARAH baru dalam birokrasi di Kabupaten Ende ‘mulai nampak’. Sekurang-kurangnya pernyataan Bupati Yoseph Benediktus Badeoda tentang calon Sekretaris Daerah (Sekda) dari luar Kabupaten Ende menunjukkan hal itu.

Pernyataan tersebut menandai adanya pergeseran dari pola eksklusivitas menuju sistem yang mengutamakan kompetensi. Insan politik menyebutnya dengan nama ‘meritokrasi’.

Meritokrasi merupakan prinsip yang menempatkan kemampuan dan prestasi sebagai dasar pengisian jabatan publik. Michael Young dalam The Rise of the Meritocracy menekankan pentingnya ruang bagi ‘individu yang kompeten’.

Konsep meritokrasi menolak dominasi kelompok tertentu dalam struktur kekuasaan. Pembukaan peluang bagi calon dari luar daerah hendak memberi sinyal bahwa kapasitas tidak terikat oleh batas geografis. Yang kompetenlah ‘yang layak’.

Langkah Bupati Yoseph memperluas cakupan kebebasan dalam sistem birokrasi patut diapresiasi. Sistem yang memberi ruang bagi calon dari luar menunjukkan keberpihakan pada nilai keadilan. Ruang keadilan dibuka melalui pemberian kesempatan yang setara. Demikian kata Amartya Sen dalam Development as Freedom. Bahkan, kebebasan untuk berpartisipasi dalam proses administratif menjadi bagian dari pembangunan manusia.

Baca Juga :  Bupati Ende Kenakan Baju PDIP Dampingi Pengurus DPP ke Dua Situs Bung Karno

Penerapan kebijakan baru berpotensi memunculkan risiko sosial-politik yang perlu diantisipasi sejak dini. Resistensi dari kelompok lokal bisa muncul dalam bentuk penolakan simbolik maupun struktural, terutama jika prosesnya dianggap tertutup atau tidak inklusif.

Oleh karena itu, pendekatan partisipatif dan edukatif menjadi strategi penting untuk meredam ketegangan dan membangun kepercayaan publik.

Transparansi dalam penyampaian kriteria calon Sekretaris Daerah (Sekda) turut memperkuat persepsi terhadap akuntabilitas proses.

Ketika ‘komunikasi terbuka’ dijadikan prioritas, ruang bagi spekulasi politik pun menyempit. Iklim birokrasi-politispun dapat tercipta dengan lebih ‘sehat’. Dialog dan partisipasi warga pun turut dibangun.

Sejatinya, Sekda berperan sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan visi kepala daerah. Pemilihan berdasarkan kompetensi menjadi investasi politik jangka panjang. Kualitas tata kelola pemerintahan bergantung pada integritas pejabat birokrasi.

Baca Juga :  BENTARA NET: Euforia Petasan

Langkah Bupati Yoseph menghadirkan ‘keberanian politik yang langka’ dalam iklim birokrasi lokal yang sering terjebak pada loyalitas geografis.

Keputusan untuk membuka ruang bagi calon Sekda dari luar daerah menandai ‘titik balik’ menuju tata kelola yang berpijak pada mutu, bukan asal-usul.

Kebijakan ini hendak menegaskan semangat meritokrasi secara eksplisit. Pelayanan publik yang bermartabat lahir dari keberpihakan pada kompetensi.

Pelayanan publik yang bermartabat juga lahir dari integritas. Pelayanan publik yang bermartabat tumbuh dari visi yang melampaui batas administratif.

Pemerintahan yang sehat tumbuh dari keberanian memilih yang layak. Pemerintahan yang sehat tidak tumbuh dari kedekatan pribadi. Yang layak, bukan yang dekat.*

Berita Terkait

BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar
BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende
BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal
BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata
BENTARA NET: Harapan Eklesial di Tanah KAE
BENTARA NET: Perempuan, Kelapa, dan Matahari
BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia
BENTARA NET: Harapan di Meja Wapres Gibran
Berita ini 71 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "BENTARA NET" setiap Sabtu dalam sepekan.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:00 WITA

BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:53 WITA

BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:54 WITA

BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:46 WITA

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:55 WITA

BENTARA NET: Harapan Eklesial di Tanah KAE

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA