MAUMERE, FLORESPOS.net-Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere memberikan himbauan kepada kapal penumpang tradisional antar pulau untuk mematuhi himbauan berlayar.
Para nahkoda dan pemilik kapal juga diminta untuk memperhatikan himbauan dari Bada Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca bila hendak berlayar antar pulau.
“Kami telah memberikan himbauan terhadap seluruh kapal yang berada di Pelabuhan Laurens Say Maumere agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG,” sebut Kepala KSOP Laurens Say Maumere, Ryan Partigor Hutabarat, Selasa (30/12/2025).
Ryan mengatakan, pihaknya tetap melihat di saat gelombang memang tinggi dan curah hujan atau angin yang kencang maka pihaknya juga tidak memberikan surat persetujuan untuk berlayar.
Terkait arus mudik Natal dan tahun Baru 2026, Ryan sebutkan pada prinsipnya semua kegiatan sudah sampai di peak season untuk kepulangan atau kedatangan para pemudik dan semua berjalan dengan baik dan lancar.
“Memang harapan dari pemerintah sendiri bahwa di tahun ini bisa menumbuhkan perekonomian di nasional.Pemerintah saat ini telah memberikan diskon-diskon tertentu terhadap transportasi-transportasi untuk kegiatan mudik,” ungkapnya.
Terkait cuaca menyongsong tahun baru 2026,Ryan katakan,pihaknya mendapatkan informasi sampai di tanggal 30 Desember 2025 bahwa tinggi gelombang itu sekitar 0,5 sampai 1,25 meter.
Selain itu sebutnya, kecepatan arus 39 sampai 50 cm/dtk dan kemungkinan terjadi hujan petir kalau dilihat dari prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG di 30 Desember 2025.
“Untuk tinggi gelombang 0 sampai 1,25 meter itu masih dimungkinkan untuk pelayaran rakyat melaksanakan kegiatannya untuk melakukan pelayaran,” terangnya.
Meski begitu kata Ryan, pihaknya meminta kapten kapal apabila memang gelombang itu tinggi diharapkan untuk kembali ke pelabuhan asal dan tidak meneruskan pelayaran.
Burhan, nahkoda kapal dari Pelabuhan Laurens Say ke Pulau Pemana pulang pergi mengaku memang kondisi laut bergelombang tetapi tidak terlalu membahayakan apalagi kapalnya tergolong besar.
Dirinya mengaku berlayar selama 2 jam dari Pulau Pemana ke Pelabuhan Laurens Say Maumere dan mengatakan aman-aman saja saat melakukan pelayaran dengan kapal penumpang tradisional tersebut.
“Kami juga mendapatkan himbauan dari BMKG terkait cuaca. Aman saja di laut dan jangan terlalu kuatir, dimana ada awan pasti ada angin,” ucapnya.
Burhan juga mengatakan jangan terlalu kuatir sebab namanya saja pelaut pasti akan selalu menghadapi gelombang yang selalu menerjang kapal. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










