BAJAWA, FLORESPOS.net-Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Santo Fransiskus Asisi Ize, Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko, Keuskupan Agung Ende menanam anakan pohon di mata air MbaWarani, Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Senin (15/12/2025).
OMK melaksanakan dua kegiatan katekese bersama pendamping dan aksi penanaman anakan kayu di area mata air MbaWarani.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan Puge Figo dan diikuti oleh umat OMK dengan semangat dan penuh kebersamaan. Tema katekese, “Menjadi Orang Muda Katolik yang Peduli Merawat Lingkungan”.
Katakese bagi OMK menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam dan memulihkan mata air. Setelah katekese, OMK mendapatkan materi pembekalan dari Yayasan Puge Figo tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan peran generasi muda dalam melestarikan alam.
Demikian disampaikan pastor moderator OMK, Pater Rolansius Mantur OFM kepada Florespos.net, Senin (15/12/2025).
Dia mengatakan, orang muda katolik Stasi Santo Fransiskus Asisi Ize melaksanakan 2 rangkaian kegiatan yakni katekese bersama pendamping, kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman anakan kayu di area mata air Mba Warani yang difasilitasi oleh Yayasan Puge Figo.
Dalam sesi katekese para peserta di ajak untuk memperdalam pemahaman mengenai panggilan sebagai kaum muda katolik dalam merawat ciptaan serta membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Setelah katekese, kata Pater Rolan, OMK mendapatkan materi pembekalan dari Yayasan Puge Figo. Materi tersebut menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam, memulihkan dan menjaga mata air, serta peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melestarikan alam dalam tindakan nyata dan berkelanjutan.
“Sebagai tindak lanjut dari materi yang diterima, OMK menanam anakan kayu di area mata air yaitu di lokasi mata air Mba Warani. Sebelum penanaman dimulai seluruh peserta mengadakan ibadat singkat dan pemberkatan anakan tanaman di lokasi penanaman dipimpin oleh pastor moderator OMK, pater Rolansius Mantur OFM sebagai wujud syukur dan permohonan berkat atas kelancaran seluruh rangkain kegiatan, ” katanya.
Pater Rolan menjelaskan, total keseluruhan tanaman ada 200 anakan dengan 5 jenis anakan pohon yaitu anakan pohon pandan Pundak, Ara, Beringin, Kenari dan Lokon.
Kata Pater Rolan, penanaman ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga ekosistem sumber air dan meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat sekitar.
“Para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat dan penuh semangat dan kebersamaan. Melalui aksi ini, OMK ingin menunjukan komitmen mereka sebagai kaum muda gereja dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung keberlanjutan sumber mata air bagi generasi yang akan datang, ” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian OMK dalam menjaga lingkungan hidup dan memulihkan mata air, serta menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian alam.*
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Anton Harus










