LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Batu Cermin, Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT belakangan sepi pengunjung.
Demikian sejumlah pengelola UMKM setempat, Batu Cermin Labuan Bajo, menanggapi media ini di Labuan Bajo, Rabu (3/12/2025).
Mereka di antaranya Albertin Nanur dan Osin. Keduanya berkontrak kerja dengan Perumda Bidadari, pengelola gedung dan area parkir di kawasan wisata Batu Cermin.
Konon kabarnya gedung dan area parkir itu adalah aset Pemerintah Pusat (Pempus) yang sudah diserah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar. Perusahan Umum Daerah Bidadari milik Pemkab Mabar.
Menurut Nanur, belakangan pengunjung yang berkunjung ke tempat usahanya sepi. Bahkan ada hari-hari yang tak ada pengunjung. Jadinya pemasukan UMKM-nya seret, turun taham.
Sistim kerja sama UMKM-nya dengan Perumda Bidadari, kata Nanur, yakni bagi hasil. Tergantung hasil penjualan harian.
“Kalau hari itu tidak laku, maka tidak ada stor ke Perumda Bidadari. Kalau laku itu baru stor,”kata Nanur yang enggan ungkap sebab sepinya pengunjung ke tempat usaha miliknya.
Senada diungkapkan Osin. Sekitar seminggu terakhir pengunjung sepi, bahkan ada hari yang tak ada pengunjung yang mampir belanja di markas usahanya di zona wisata Batu Cermin.
Kata dia, sistim kontrak kerja dengan Perumda Bidadari bagi hasil harian, 20 persen buat Perumda, sisanya untuk dia pengelola UMKM, ujar Osin tanpa beber penyebab sepinya pengunjung yang bertamu ke tempat usahanya.
Krispin, petugas parkir dari Perumda Bidadari, pada kesempatan sama, juga senada.
Sebelumnya kendaraan tamu yang mengunjungi kawasan wisata Batu cermin bisa 20 unit sehari, tetapi hari-hari terakhir hanya sekitar 8-9 unit per hari, katanya.
Tarif parkir di area wisata Batu Cermin untuk kendaraan roda dua Rp. 3 ribu/unit/sekali parkir, kendaraan roda empat Rp. 7 ribu dan bis Rp. 10 ribu.
Heru, pelaku pariwisata Mabar di kesempatan yang sama menambahkan, sepinya pengunjung ke kawasan wisata Batu Cermin akhir-akhir ini karena low season.
Biasanya tamu (wisatawan) yang ramai (high season) mengunjungi tempat ini (wisata Batu Cermin) yakni sekitar April-Agustus. Selebihnya sepi, low season.
“ Itu sudah biasa terjadi tiap tahun,” tutup Heru.
Kawasan wisata alam Batu Cermin berada di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. Desa ini bagian dari Labuan Bajo ibu kota Mabar.
Tak jauh dari mulut Gua Batu Cermin ada bangunan megah, lengkap dengan halam parkir kendaraan buat pengunjung/wisatawan/tamu.
Pada gedung megah nan luas lantai dua itu terdapat banyak ruang. Konon gedung ini disewakan kepada Perumda Bidadari termasuk area parkir. Perusahan Daerah Mabar itu disewakan kepada UMKM.
Kabarnya, dari 4 UMKM yang kontrak/kerja sama dengan Perumda Bidadari di destinasi wisata alam Batu Cermin, 1 sudah angkat kaki, 3 UMKM masih bertahan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










