LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Partisipasi Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kegiatan pesta paduan suara gerejani (Pesparani) 2023 sepertinya diujung tanduk, khusus terkait anggaran daerah. Ditengarai karena keterbatasan keuangan daerah itu, Mabar.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Mabar, Robertus Loyman, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar agar kegiatan Pesparani tingkat Mabar tetap dilaksanakan.
Loyman mengungkapkan itu di cela-sela rapat laporan hasil kerja komisi-komisi DPRD Mabar terhadap pengantar nota keuangan atas Rancangan Perubahan APBD Mabar 2023, bertempat di ruang rapat utama DPRD Mabar, di Labuan Bajo, Senin (16/10/2023).
Menanggapi Loymans, pada kesempatan yang sama, Bupati Mabar, Edistasius Endi, tegaskan, sesuai kesepahaman pemerintah dan dewan sebelumnya, bahwa semua kegiatan dilaksanakan. Hanya pendapatannya dari mana? Anggaran yang ada hanya untuk gaji tiga bulan ke depan.
“Tapi kalau kita semua tidak terima gaji, ya kita laksanakan kegiatan itu (Pesparani),” kata Bupati Edi.
Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Mabar Martinus Mitar. Hadir Wakil Bupati Yalianus Weng, jajaran Pemkab dan wakil rakyat Mabar. *
Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus










