Warga Dua Desa di Pulau Longos Berkomitmen Jaga Satwa Komodo dan 57 Jenis Burung Langka - FloresPos Net

Warga Dua Desa di Pulau Longos Berkomitmen Jaga Satwa Komodo dan 57 Jenis Burung Langka

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 11:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Warga dua desa di Pulau Longos, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT) tepatnya Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, dan warga Desa Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar berkomitmen untuk tetap menjaga satwa langka Komodo, 57 jenis burung, dan aneka keunikan lainnya di Pulau Longos.

Komitmen elemen warga ini disampaikan Kepala Desa Pontianak, Syarifudin, S.Ag dalam sambutannya ketika membuka kegiatan pelatihan peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dan peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Hasil Produksi bagi warga dua desa di Pulau Longos yakni Desa Nanga Kanor Barat, Kecamatan Macang Pacar, dan warga Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat sejak 10 hingga 13 Februari 2026.

Secara khusus Kades Syarifudin meminta warga untuk berpartisipasi aktif melestarikan satwa komodo dengan cara membantu mengendalikan populasi anjing liar yang mengancam satwa mangsa, tidak berburu satwa mangsa komodo (burung gosong dan kelelawar), dan segera melaporkan kepada pihak otoritas (pemerintah desa atau Balai Besar KSDA NTT) apabila terjadi konflik dengan satwa komodo misalnya jika ada komodo yang masuk ke dalam area permukiman warga.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Almarhum Bonifasius Ghae Minta Polisi Usut Kasus Penikaman Secara Profesional

Warga di Pulau Longos berkomitmen untuk melestarikan satwa komodo, menjaga populasi 57 jenis burung langka di Pulau Longos serta tetap menja Pulau Longos tetap asri, kata Kades Syarifudin.

Sekilas Tetang Pulau Longos dan Satwa Terlindungnya

Untuk diketahui, Pulau Longos memiliki luas 500 hektar merupakan bagian dari Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Secara administrasi, pulau ini dibagi menjadi dua kecamatan yaitu Kecamatan Boleng memiliki satu desa yakni Desa Pontianak, dan Kecamatan Macang Pacar yang memiliki satu desa yakni Desa Nanga Kantor Barat.

Pada 3 hingga 10 Maret 2020, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT dibantu oleh Komodo Kurvival Program melakukan kegiatan monitoring populasi Komodo dan satwa mangsa di Pulau Longos sebagai bentuk tindak lanjut dari survei awal pada tahun 2016.

Pada tahun 2019 tim juga melakukan pemantauan sarang burung gosong dan sarang komodo serta studi sosial.
Tim penelitian gabungan menggunakan berbagai metode seperti kamera jebak, transek, dan wawancara.

Ada pun hasil utama kegiatan di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2020, Komodo (Varanus komodoensis) ditemukan di 6 titik dari 20 titik pengamatan di Pulau Longos, namun menghadapi beberapa tantangan antara lain.

Baca Juga :  Sampah Genangi Saluran Air di Kota Maumere--Perlu Penanganan di Tengah Ancaman DBD

Pertama, Komodo ditemukan di area yang lebih sedikit dari survei sebelumnya di mana 8 titik pada tahun 2016, persaingan dengan anjing liar yang banyak terdapat di Pulau Longos diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Kedua, ditemukan sekitar 77 sarang burung gosong aktif maupun tidak aktif di Pulau Longos, namun banyak sekali ditemukan keberadaan jerat satwa di sekitar sarang tersebut yang dapat membahayakan burung gosong (satwa mangsa komodo) serta komodo itu sendiri.

Ketiga, dari hasil wawancara warga Longos sudah terbiasa dan bersedia hidup di Pulau yang sama dengan Komodo asalkan Komodo berada di lokasi khusus yang tidak terlalu dekat dengan kampung.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa kehadiran satwa Komodo dan satwa mangsanya penting dan dapat menjadi salah satu potensi pariwisata jika dikelola secara arif dan bijaksana dengan melibatkan elemen pemerintah dan tokoh masyarakat.*

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Berita ini 304 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Berita Terbaru