Ironi pun menyeruak. Program yang dirancang untuk menyehatkan generasi muda justru menjadi sebab mereka terkapar. Intervensi negara yang diharapkan melindungi, ternyata mencederai warganya yang paling rentan. Tragedi ini menguak kerentanan sistem: koordinasi yang lemah, pengawasan mutu yang longgar, serta ketiadaan mekanisme tanggung jawab yang jelas.
Dalam dunia kebijakan publik, niat tidak pernah cukup; sistemlah yang harus bekerja—terutama ketika yang dipertaruhkan adalah keselamatan anak-anak.
Foucault mengingatkan, saat negara mulai mengatur tubuh dan kehidupan, setiap kegagalan bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi krisis kekuasaan. Negara tak hanya bertanggung jawab atas regulasi, tetapi atas tubuh-tubuh yang menjadi objek regulasi itu sendiri.
Dalam setiap keputusan yang menyentuh aspek biologis warga, yang dipertaruhkan bukan hanya efektivitas birokrasi, melainkan legitimasi moral dari kekuasaan itu sendiri.
Program makanan bergizi menjadi contoh paling konkret bagaimana negara ingin hadir sejak awal kehidupan: dari masa kandungan, bangku sekolah dasar, hingga masa remaja.
Negara ingin memastikan rakyatnya sehat, produktif, dan siap menyumbang pada pembangunan. Namun ketika pengawasan dan distribusi gagal, yang lahir bukan kemaslahatan, tetapi luka.
Tubuh sebagai Medan Kuasa: Dari Statistik ke Tanggung Jawab
Kita patut bertanya: Di mana proses uji kelayakan makanan dilakukan? Bagaimana kontrol kualitas disusun dan dijalankan? Siapa yang bertanggung jawab? Apakah benar tubuh anak-anak ini hanya dianggap sebagai data statistik yang bisa dikoreksi dalam laporan akhir tahun?
Lembaga-lembaga pengawas yang seharusnya menjadi penjaga garda depan justru kerap terjebak dalam formalitas birokratis dan tekanan politik.
Alih-alih preventif, pengawasan justru bersifat reaktif—bergerak hanya setelah tragedi terjadi. Ketika tanggung jawab terfragmentasi dan tak ada satu pun pihak yang berdiri di garis depan untuk menjawab, maka korban-korban kecil itu menjadi saksi bisu dari sistem yang gagal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










