Biopolitik dan Pangan: Tubuh Rakyat dalam Genggaman Negara - FloresPos Net - Page 3

Biopolitik dan Pangan: Tubuh Rakyat dalam Genggaman Negara

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polykarp Ulin Agan

Polykarp Ulin Agan

Dalam versi idealnya, biopolitik adalah janji negara yang peduli pada kehidupan. Namun ia bisa berubah menjadi represi sunyi—ketika tubuh tak lagi menjadi subjek yang dihormati, melainkan objek kebijakan yang diatur dari atas.

Kita berutang perlindungan kepada anak-anak itu, bukan sekadar karena mereka masa depan bangsa, tetapi karena pada tubuh merekalah kekuasaan diuji dan ditakar.

Justru di sanalah letak paradoks biopolitik: ketika negara mengklaim melindungi, ia juga menentukan siapa yang layak dilindungi dan dengan cara apa. Anak-anak kerap dijadikan simbol moral, namun tak diberi ruang suara dalam kebijakan yang menyangkut hidup mereka.

Baca Juga :  Kebebasan Berekspresi di Ujung Tanduk

Ketika pendidikan, kesehatan, bahkan cara bermain mereka ditentukan secara top-down, maka kepedulian bisa berubah menjadi dominasi yang halus dan senyap.

Negara harus mulai memandang kebijakan bukan sekadar sebagai janji politik, tetapi sebagai kontrak biologis dengan rakyat. Bila tubuh-tubuh kecil dapat menjadi korban dari ambisi besar, maka masalahnya bukan hanya terletak pada logistik, tetapi pada cara berpikir dan cara berkuasa.

Baca Juga :  Memulihkan Narasi: Dari ‘Spreadsheet’ Menuju ‘Eudaimonia’

Di hadapan luka ini, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur: Dalam dunia di mana negara begitu kuat mengatur kehidupan, siapa yang menjaga kehidupan dari negara?

* Dr. Polykarp Ulin Agan, dosen pada Sekolah Tinggi Teologi KHKT (Kölner Hochschule für Katholische Theologie), Keuskupan Agung Köln, Jerman.

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Berita ini 484 kali dibaca
REDAKSI: Kami Menerima Artikel Opini Dilengkapi Biodata Singkat dan Foto Penulis. Dikirim Melalui Email: florespos@yahoo.co.uk atau redflorespos@gmail.com.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:41 WITA

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:23 WITA