Festival Jelajah Maumere Usung Tema Lumbung Benih - FloresPos Net

Festival Jelajah Maumere Usung Tema Lumbung Benih

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025 - 18:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Jelajah Maumere Usung Tema Lumbung Benih

Festival Jelajah Maumere Usung Tema Lumbung Benih

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka akan menyelenggarakan Festival Jelajah Maumere (FJM) Tahun 2025.

Festival yang akan diselenggarakan selama 4 hari sejak Rabu tanggal 17 September 2025 sampai dengan Sabtu 20 September 2025 ini bertujuan mempromosikan pariwisata Kabupaten Sikka.

“Pelaksanaan festival ini juga untuk melestarikan kebudayaan,” sebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, F.Even Edomeko, Jumat (12/9/2025) saat berbincang bersama awak media.

Even mengatakan, festival juga bertujuan memicu pertumbuhan ekonomi melalui pameran kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.

Kegiatan FJM 2025 ini dilaksanakan di Lapangan Umum Kota Baru Maumere dengan mengambil tema Wini Ronan atau lumbung benih.

Menurut Even, tema ini dipilih karena secara umum kebudayaan di Kabupaten Sikka tumbuh dari tradisi bertani dan berladang.

“Misalnya pada proses penyiapan lahan, terdapat kearifan bekerjasama yang sekaligus menjadi ritus dan seni yang dikenal dengan nama Sako Seng.Menyiapkan lahan dengan cara mencangkul,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gunung Lewotobi Meletus Lagi, Bupati Sikka Keluarkan Himbauan

Even menjelaskan, pada masa perawatan tanaman pun apabila terjadi tanaman diganggu oleh hama, maka leluhur mengusir hama dengan cara melakukan ritus atau upacara adat usir hama.

Misalnya ritus mengusir hama Tu Teu di Kecamatan Paga dan Kecamatan Mego; atau Wotan Wurat di Kecamatan Hewokloang atau ritual adat mengusir tikus di Pulau Palue (Tu Dheu) maupun di wilayah etnis Tana Ai bernama Pire Teu.

“Begitu juga di masa panen muncul tradisi syukur panen yang melahirkan tarian dan nyanyian,misalnya Tarian Togo Pare, Tari Ga’I, Wadong dan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu kata Even, dari tradisi bertani dan berladang ini muncul keyakinan-keyakinan misalnya keyakinan tentang asal usul padi dari seorang manusia sebagaimana terungkap dalam cerita Dua Nalun Pare.

Dia menjelaskan, tema Wini Ronan juga diniatkan untuk menggarisbawahi pentingnya isu tentang ketersediaan pangan, khususnya pangan lokal.

Baca Juga :  Jaringan Internet Hambat Ujian ANBK, Siswa SD Pedalaman Sikka Terpaksa Turun Kota Maumere

Ia menekankan, hal ini penting karena fakta menunjukkan bahwa banyak benih dan bibit lokal yang sudah hilang dari kebun-kebun petani.

“Dari sisi kebudayaan membuat beberapa kosa kata dalam Kleteng Latar kearifan lokal sulit mendapat referensi,” ungkapnya.

Even memaparkan, FJM 2025 berisikan ritus-ritus budaya bertani dan berladang,seni tari, menyanyi dan musik yang dikaitkan dengan tradisi berladang.

Juga ada pameran dan bazar kuliner lokal serta aktivitas yang melibatkan partiispasi masyarakat seperti Fun Run, Fun Bike, Lomba Fashion Show, Lomba Mobil Hias, permainan tradisional dan lainnya.

Target peserta FJM 2025 ini sebanyak 5.000 orang dimana peserta yang terlibat dalam FJM 2025 ini terdiri dari berbagai komunitas di Kabupaten Sikka dan para pegiat seni.

“Peserta yang terlibat juga terdiri dari pegiat kebudayaan, sanggar budaya, desa wisata, pelaku UMKM, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan lainnya,” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka
Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik
Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores
Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan
Gempa Guncang Flores, Bangunan Ruang Tunggu Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere Ambruk
Gempa Flores Banyak Makan Korban, Warga Pesisir Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa Guncang Nagekeo, 5 Rumah Rusak Berat, Warga Aeramo Mengungsi ke Gunung
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:39 WITA

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:21 WITA

Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:39 WITA