RUTENG, FLORESPOS.net-Yayasan Persekolahan Sukma Pusat (Yapersukma Pusat) Keuskupan Ruteng menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores, Manggarai dan sekitarnya.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Yapersukma Pusat yang diketuai Romo Patrick Dharsam Guru.
Bantuan merupakan donasi dari Triputra Grup dan Persada Capital Investama beserta anak perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bantuan berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, dan susu. Selain itu, turut disalurkan pakaian wanita yang merupakan bantuan dari kelompok yang tergabung dalam PSE Paroki Puspa Gading.
Bantuan disalurkan kepada para korban terdampak yang berada di sekitar lingkungan sekolah, baik kepada guru-guru dan tenaga kependidikan maupun terutama masyarakat sekitar sekolah.
Sejumlah warga yang rumahnya terdampak atau merasa belum aman memilih membangun tenda-tenda darurat pengungsian di lingkungan sekolah.
Karena itu, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi ruang perlindungan dan solidaritas bagi masyarakat dalam situasi bencana.
Bagi masyarakat terdampak, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah situasi yang masih penuh keterbatasan.
“Bantuan ini sangat membantu dan sangat meringankan penderitaan kami. Dalam situasi seperti ini, perhatian dan kepedulian dari banyak pihak membuat kami merasa tidak sendirian,” demikian kesaksian salah seorang warga terdampak.
Penyaluran bantuan tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial. Kehadiran Romo Patrick sebagai Ketua Yayasan sekaligus seorang imam juga memberikan penguatan secara spiritual kepada para korban.
Di tengah ketakutan, kecemasan, dan ketidakpastian akibat gempa susulan, kehadiran seorang imam menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghiburan, doa, dan peneguhan iman.
Dari raut wajah para penerima bantuan tampak kebahagiaan dan rasa syukur, meskipun suasana batin mereka masih diliputi ketakutan dan kecemasan.
Bantuan yang diterima bukan hanya meringankan kebutuhan jasmani, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.
Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Yapersukma Pusat berharap semangat solidaritas terus tumbuh. Kepedulian, bantuan nyata, dan penguatan spiritual menjadi kekuatan bersama untuk membantu masyarakat bangkit perlahan dari trauma dan dampak bencana. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










