MAUMERE, FLORESPOS.net-Gempa tektonik berkekuatan 7 7 Magnitudo mengguncang Pulai Flores Sabtu (15/8/2026) pukul 05.48 Wita mengakibatkan 91 korban meninggal dunia.
Dampak gempa membuat rumah dan bangunan rusak berat bahkan rata dengan tanah dan mengakibatkan warga dib7 kabupaten di Pulau Flores harus mengungsi bahkan tidur di halaman beratapkan terpal.
Pulau Palue merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sikka yang berada di tengah laut dan letaknya berdekatan dengan pusat gempa sehingga mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan parah dan rubuh.
“Kami pengungsi terdampak gempa di Dusun Natawatu, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue sangat membutuhkan bantuan pemerintah,” sebut
Aldy Mula koordinator pengungsi Senin (24/8/2026).
Aldy menyebutkan, para pengungsi mandiri yang berada di desanya baru menerima bantuan dari pemerintah sebanyak satu kali pada haru Rabu, 19 Agustus 2026.
“Saat ini stok bantuan tersebut sudah mulai menipis atau habis, sementara kami belum menerima penyaluran bantuan lanjutan dari pemerintah,” ujarnya.
Aldy menyebutkan, kondisi dan kebutuhan terkini pengungsian di RT014 RW003 Dusun Natawatu, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue sebanyak 62 orang yang terdiri dari 25 orang dewasa, 27 anak dan balita serta 10 orang lainnya lansia.
“Bentuan sebelumnya yang disalurkan pemerintah sudah didistribusikan berupa beras 1kg/KK, Kopi 6 kg, gula 6 kg, teh 6 pcs, susu 6 bks minyak goreng 3 liter dan telur 3 butir/KK serta air minum 3 dus. Bantuan disalurkan pada tanggal 19 Agustus 2026 lalu,” ungkapnya.
Aldy menambahkan, kebutuhan lanjutan dan mendesak berupa makanan tambahan, air bersih, obat-obatan serta sabun dan pasta gigi.
Ia sebutkan, warga sangat berharap agar pemerintah dan segenap pihak dapat membantu dengan menyalurkan bantuan kepada warga di Pulau Palue. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










