Nian Tana Sikka untuk Indonesia, Seribu Cahaya untuk Keadilan, Perdamaian dan Kemanusiaan - FloresPos Net - Page 2

Nian Tana Sikka untuk Indonesia, Seribu Cahaya untuk Keadilan, Perdamaian dan Kemanusiaan

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 11:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelum aksi seribu lilin dilaksanakan pembacaan doa oleh para pemuka agama yang dilanjutkan dengan renungan oleh Vikjen Keuskupan Maumere RP. Stefanus Buyung Florianus, O.Carm.

Kegiatan berlanjut dengan menyalakan lilin oleh semua peserta yang hadir dan dilanjutkan dengan pembacaan seruan kemanusiaan, hentikan kekerasan, dengar suara rakyat.

Dalam seruan yang dibacakan oleh seorang biarawati mewakili berbagai organisasi yang tergabung dalam Komunitas Nian Tana Untuk Indonesia tersebut dikatakan, hari-hari ini, hati kita kembali tercabik oleh berita duka.

Komunitas Nian Tana menyebutkan, demonstrasi yang seharusnya menjadi saluran aspirasi hati nurani rakyat, sekali lagi harus berujung pada hilangnya nyawa manusia yang tidak ternilai harganya.

Baca Juga :  Presentase Penduduk Miskin di Ende pada Tahun 2024 Turun 0,29 Persen, Miskin Parah Masih Naik

“Satu nyawa melayang adalah satu luka mendalam bagi kita semua dan kepada keluarga korban yang berduka, kami warga Nian Tanah Sikka turut merasakan kepedihan yang kalian alami dan semoga kalian diberikan ketabahan dan keikhlasan,” sebut mereka.

Komunitas Nian Tana mengatakan, kini kami rakyat Nian Tana Sikka, didorong oleh keinginan luhur, penuh keprihatinan dan rasa kemanusiaan yang mendalam menuntut dan menyerukan,mengutuk segala bentuk kekerasan sebab kekerasan melanggar hak asasi manusia.

Semua pihak, baik pengunjuk rasa maupun aparat keamanan, untuk mengedepankan jalur damai dan dialog. Senjata, pentungan, dan batu hanya melahirkan luka baru dan dendam yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Smansa Maumere Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Konsensus Kebangsaan di DPD Partai Golkar Sikka

“Menuntut transparansi dan akuntabilitas sehingga negara terutama pemerintah wajib membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri secara transparan penyebab terjadinya pelanggaran HAM yang menelan korban,” tegas mereka.

Komunitas Nian Tana untuk Indonesia menyebutkan, korban berjatuhan baik masyarakat sipil maupun aparat, pengrusakan fasilitas umum, penjarahan dan pembakaran, dan proses penegakan hukum tanpa impunitas.

Mereka mendesak pemerintah untuk membuka ruang dialog yang luas, inklusif, dan bermartabat dengan seluruh elemen masyarakat. Dengarkanlah keluh kesah rakyat, bukan dengan ancaman, tetapi dengan empati dan niat tulus untuk mencari solusi bersama.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA