MAUMERE, FLORESPOS.net-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Sikka dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) menggelar demo.
Dalam demo yang berlangsung di Mapolres Sikka dan DPRD Sikka mahasiswa yang terdiri dari HMI Maumere, GMNI Sikka dan IMM Sikka dan BEM Unimof mengajukan 12 tuntutan agar ditindaklanjuti oleh institusi Polri, pemerintah selaku eksekutif dan DPR sebagai lembaga legislatif.
Demokrasi dan ekonomi Indonesia menghadapi masalah serius, ditandai hadirnya sejumlah kebijakan kontroversial pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kebijakan presiden Prabowo dan wakil presiden Gibran yang mengancam kedaulatan negara dan meminggirkan rasa keadilan masyarakat,” ungkap mahasiswa dalam rilisnya, Senin (1/9/2025).
Cipayung Sikka dan BEM Unimof memaparkan beberapa kebijakan kontroversial seperti menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), program Makan Bergizi Gratis (MBG dan rencana pembukaan 20 juta hektar hutan untuk pangan dan energi.
Juga kebijakan tentang pengesahaan UU TNI No. 3 tahun 2025 hingga pemangkasan besar-besaran dana transfer Pusat ke daerah.
Disebutkan, semua produk kebijakan tersebut berimbas pada semakin maraknya praktik monopoli, korupsi, pelanggaran terhadap HAM, lingkungan, pelemahan supremasi sipil dan memperparah kesenjangan sosial.
“Pada saat bersamaan, pemutusan hubungan kerja (PHK/semakin masif terjadi, serta masyarakat terus mengalami pelemahan daya beli. Terlalu banyak janji pemerintah yang bersifat over promise atau tidak realistis,” sebut mahasiswa.
Cipayung Sikka dan BEM Unimof menegaskan, ditengah jeritan masyarakat tersebut, DPR, Istana Negara, TNT dan Polri tetap tak peka dimana kondisi gaji dan tunjangan DPR malah mengalami kenaikan drastic.
Sementara Rancangan Undang-Undang [RUUJ yang paling dibutukan publik tidak kunjung disahkan seperti RUU Masyarakat Adat, RUU Pekerja Rumah Tangga dan RUU Perampasan Aset.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










