12 Tuntutan Cipayung Sikka dan BEM Unimof Saat Demo di Mapolres Sikka dan DPRD - FloresPos Net - Page 3

12 Tuntutan Cipayung Sikka dan BEM Unimof Saat Demo di Mapolres Sikka dan DPRD

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 14:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain itu, mereka mendesak Presiden Republik Indonesia agar dengan segera mencopot Kepala Kepolisian Republik Indonesi (KAPOLRI) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Mendesak DPR RI untuk menganulir Surat Sekretariat Jenderal DPR RI Nomor: B/733/RT.01/09/2024 tentang Tunjangan Perumahan DPR RI,” sebutnya.

Mahasiswa juga mendesak Presiden RI untuk mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025
Serta mendesak DPRD Sikka dengan segera membahas dan menetapkan Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Sikka.

Cipayung Sikka dan BEM Unimof mendesak membebaskan seluruh peserta demontrasi yang di tahan di Jakarta maupun di daerah sebab penahanan tersebut adalah bentuk kriminalisasi aspirasi rakyat.

Baca Juga :  Ibu Mia Dua Sosok Katekis yang Total Mengabdi untuk Gereja dan Bangsa Hingga Titik Darah Terakhir

“Mendesak DPRD Kabupaten Sikka membuka dialog bersama DPR-RI dan memberikan pernyataan sikap yang menyetujui poin-poin tuntutan diatas melalui video,” pungkas mereka.

Disaksikan Florespos.net di Mapolres Sikka, saat menggelar aksi di depan Mapolres Sikka, mahasiswa membakar sebuah ban mobil di tengah jalan depan jalan masuk ke Polres Sikka.
Mahasiswa juga menuntut Kapolres Sikka menemui mahasiswa dan berbicara terkait berbagai tuntutan yang disampaikan.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menemui mahasiswa dan berbicara di atas mobil komando terkait aksi mahasiswa dan berbagai tuntutan yang disampaikan.

Baca Juga :  Jalan Kembur Nceang Dihotmix, Akses Ke Ibu Kota Kabupaten Makin Mudah

Bambang juga meminta agar para mahasiswa melakukan aksi mereka, menyampaikan pendapat mereka secara damai dan tidak boleh anarkis dan merusak fasilitas umum.

Setelah berorasi sebentar, mahasiswa pun bergerak ke gedung DPRD Sikka untuk menyampaikan pendapat mereka kepada para wakil rakyat di Gedung Kulababong tersebut.

Dalam demo tersebut mahasiswa membawa spanduk besar bertuliskan “Cipayung Sikka dan BEM Unimof Bersama Rakyat Menggugat Tikus Kantor “. Mahasiswa juga membawa sebuah keranda berselubung kain putih bertuliskan “Hidup Ditindas, Mati Terlindas”. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Berita Terbaru