Ujian Skripsi Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi IKTL: Investasi Sumber Daya Manusia Flores Timur - FloresPos Net

Ujian Skripsi Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi IKTL: Investasi Sumber Daya Manusia Flores Timur

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 16:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Karolus Banda Larantukan

SKRIPSI merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi seorang mahasiswa diakhir masa pendidikan guna memenuhi gelar sarjana.

Skripsi tersebut mendapat pengakuan melalui ujian yang dilakukan program studi yakni oleh para dosen penguji, yang mana telah melalui proses proposal serta bimbingan dari dosen pembimbing.

Pengajuan untuk sidang skripsi sesungguhnya telah melewati proses bimbingan yang ketat oleh dosen pembimbing. Itu artinya dosen pembimbing hanya bertugas membimbing, sedangkan ide penelitian serta isi penelitian merupakan gagasan murni dari mahasiswa.

Itu artinya juga bahwa gagasan yang dituangkan oleh mahasiswa dalam skripsi tersebut harus diuji terlebih dahulu oleh dosen pembimbing sebelum betul-betul diajukan untuk sidang skripsi dan diuji oleh tim penguji skripsi.

Pada ujian skripsi tersebut, mahasiswa harus mampu mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan penguji. Ada beberapa pedoman yang menjadi acuan untuk menguji mahasiswa dalam skripsi, sehingga tidak saja dinilai kecerdasan tetapi juga etika mahasiswa selama proses tersebut.

40 Lebih Mahasiswa

Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur pun pada masa-masa ini tengah mengadakan ujian skripsi. Untuk diketahui bahwa IKTL dalam setahun mengadakan satu kali wisuda, dan biasanya pada akhir semester ganjil (bulan Oktober hingga Desember).

Baca Juga :  Perdagangan Manusia dan Akuntabilitas Politik

Perihal ujian skripsi di IKTL yang sedang berlangsung kini, juga oleh program studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi adalah syarat yang harus dipenuhi.

Program Studi Teknik Informatika dalam ujian skripsinya mensyaratkan para mahasiswanya harus mampu memproduksi aplikasi sebagai hasil nyata dari skripsi yang dibuatnya.

Dalam perencanaannya sebanyak 40 lebih mahasiswa Teknik Informatika akan diwisuda pada tahun ini. Itu artinya 40 lebih mahasiswa tersebut sementara melewati dan sedang dalam masa ujian skripsi. Hampir 50 % mahasiswa telah selesai ujian dan sisanya masih dalam proses ujian skripsi.

Tidak saja Program Studi Teknik Informatika, tetapi juga Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Teknologi juga tengah dalam proses bimbingan dan ujian skripsi.

Selain itu pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pun banyak mahasiswanya telah melewati ujian skripsi. Itu artinya pada tahun ini,

IKTL tengah mempersiapkan generasi muda bergelar sarjana baik dari Fakultas Teknologi maupun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk diterjunkan ke tengah masyarakat.

Baca Juga :  Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)

IKTL sesungguhnya dan boleh dikatakan tengah menginvestasi Sumber Daya Manusia yakni generasi muda Flores Timur khususnya demi indeks pembangunan manusia Flores Timur.

Investasi SDM tersebut kiranya mendapat respon baik oleh masyarakat dan terutama oleh pemerintah setempat yakni Pemda Flores Timur.

Artinya perlu ada kolaborasi antara Pemda Flores Timur dan Perguruan Tinggi IKTL perihal sumber daya manusia dan lapangan pekerjaan.

Perlu terobosan ‘lompatan jauh’ perihal investasi lapangan pekerjaan yang bersentuhan dengan lulusan pada perguruan tinggi, sehingga terkoneksi bahwa lulusan sarjana yang notabene adalah generasi muda Flores Timur terserap dan mampu mendedikasikan keilmuannya untuk Flores Timur.

Harapan ini tentunya tinggal harapan jika bentuk kerjasama Perguruan Tinggi Swasta IKTL dan Pemerintah Daerah Flores Timur hanya berlangsung selama mereka (generasi muda) berstatus mahasiswa dan tidak diikuti ketika mereka telah mendapat gelar sarjana. Perlu adanya ‘lompatan jauh’ melirik lulusan IKTL untuk mendukung pembangunan di Flores Timur. Semoga. *

Penulis, adalah Dosen IKTL, Flores Timur

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’
Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Berita ini 267 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Empat Pesan Gubernur NTT Terkait Idul Adha 1447 Hijriah

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:57 WITA

Opini

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA